Lalu bagaimana lagi?

Lalu?
Apalagi?

Apalagi yang ditunggu? Yang tak pernah kembali? Untuk apalagi? Hanya untuk menyakiti hati?

Sejenak menyibak, bagaimana akhirnya mendapatkan apa yang ada saat ini. Apa kita dulu tetap diam saja menunggu?
Tidakkah masih banyak waktu yang seharusnya diukirkan untuk hal-hal yang nyata, yang lebih bermakna untuk ada hingga saat ini.

Lalu?
Mengapa?

Mengapa saat ini tidak bisa maju untuk ke depan? Mengapa tak terpikirkan untuk dapat lebih dari sekarang?
Meski semua sudah diatur oleh Yang Kuasa, namun hati yang kuat, harusnya dapat berupaya mendapat yang baik, untuk diri, untuk sekitar.
Hidup yang layaknya bagai roda, berputar terus berputar, semua akan mendapat bagian di atas. Dan untuk mencapai di atas, semuanya harus dimulai dari bawah. Bahkan ketika di atas pun, tak layaknya kita lupa akan kehadiran yang di bawah, agar kita tetap siap untuk ada di bawah bila saatnya nanti harus melewati bagian bawah untuk dapat naik lebih tinggi lagi ke atas.

Lalu, apa akan terus berdiam? Atau bahkan menyerah?
Karena hasil akhir dari segala upaya, akan terlihat nyata saat kita ikhlas melihatnya, meski ketika kita di bawah, di atas, atau puncak tertinggi pun.


'Jumat yang tercatat dalam kalender 2015 di bulan Juni tanggal 5'

Karena tak ada asap jika tak ada api. Tak akan ada yang ditulis jika tak ada kegalauan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.