Bertenggang Rasa

Ketika kita hidup bersama dengan orang lain, banyak hal yang menjadi bumbu-bumbu pelengkap, meski itu saudara kandung kita sendiri. Apalagi jika yang kau temui orang lain yang berbeda suku bahkan bangsa. Akan banyak lagi rasa-rasa bumbu penyedap yang disajikan. Dan semua hal yang terjadi di dalamnya, tergantung bagaimana kita bisa menyajikan dengan mengelola bumbu-bumbunya. Pasti akan ada rasa yang kurang, yang menjadikannya masam, kurang sedap bahkan tak terasa atau pahit sekalipun.

Senangnya, jika semua mampu mengelolanya menjadi yang terbaik menciptakan rasa yang terlezat. Itu yang lama kita pelajari saat dulu di bangku sekolah. Tentang tenggang rasa. Bagaimana sikap kita jika orang lain yang tinggal dengan kita sedang berduka, dan atau sebaliknya. Banyak hal yang harus kita ekspresikan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Dan teori pelajaran tersebut nampaknya sudah sulit dipraktekkan. Nyatanya, orang tak lagi mau tau apa yang dirasakan orang lain. Orang tak lagi mau berbagi karena merasa hidupnya akan terancam jika dia banyak berinteraksi dengan orang lain.

Tanpa tenggang rasa, kita tak dapat menciptakan hidup yang lezat untuk dinikmati. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.