5 Langkah Perawatan Kulit Eksim, Nomor 3 Wajib Tahu

Langkah perawatan kulit eksim ini wajib diketahui oleh penderitanya. Semenjak duduk di bangku sekolah atas, saya baru menyadari jika kulit saya cenderung sensitif. Sering sekali timbul gatal di bagian tubuh tertentu, seperti kaki atau tangan, yang sembuhnya lama. Jika dibiarkan saja, tentu tidak kunjung sembuh. Jadi, salah satunya yang paling ampuh adalah pergi ke dokter spesialis kulit. Saya disarankan untuk menggunakan produk-produk untuk bayi, seperti sabun, bedak dan lotion.


Seiring berjalan waktu, akhirnya saya mengerti, kalau ternyata menderita penyakit kulit eksim. Tentu tidak mungkin bisa sembarangan mengonsumsi atau menggunakan bahan-bahan yang dapat memicu kambuhnya eksim.


PERAWATAN KULIT EKSIM

Penyakit eksim atau biasa disebut eksim kering (Dermatitis atopik) merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan munculnya ruam merah. Berbagai hal bisa memicu gejala eksim kering. Untuk meredakan gejalanya, bisa dilakukan perawatan sederhana di rumah maupun pengobatan dari dokter spesialis kulit.


Kondisi ini biasanya dialami oleh anak-anak dan kambuh-kambuhan hingga dewasa. Akan tetapi, sebagian eksim kering juga dapat terjadi pada orang dewasa dan lansia yang sebelumnya tidak pernah mengalami keluhan serupa. Bisa jadi juga ini adanya riwayat keturunan. Seperti yang saya alami, adalah warisan dari nenek saya. Bersyukurnya, tidak lagi menurun ke anak pertama saya. Semoga tidak sampai keturunan selanjutnya, amin.. 😉


Gejala Kulit Eksim Kering

Ketika kambuh, penyakit kulit eksim ditandai dengan kulit yang terasa gatal terus menerus, terutama pada malam hari.


Bukan cuma itu, terkadang muncul juga ruam di bagian tubuh yang gatal, terutama di tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada, kelopak mata, lekuk siku dan lutut, wajah, serta kulit kepala. Nah, sempat saya muncul di area wajah karena penggunaan skincare yang mengandung alkohol. Jadi perhatikan juga dalam pemilihan skincare nih. bukan malah dapat wajah mulus, eh jadi gatal-gatal, hehe..

Biasanya, penderita juga mungkin mengalami gejala seperti:

  • Kulit jadi menebal dan pecah-pecah.
  • Kulit kering dan bersisik.
  • Kulit bengkak atau muncul benjolan kecil berisi cairan dan dapat pecah kapan saja, terutama jika digaruk.
  • Pada bayi dan anak-anak, kambuhnya gejala eksim kering dapat membuat mereka menjadi rewel dan gelisah karena gatal yang berat.

Penyebab dan Faktor Pemicu

Sampai sekarang, menurut penjelasan dokter spesialis kulit saya pun, penyebab pasti eksim kering belum diketahui. Namun, beberapa studi menunjukkan kalau seseorang lebih berisiko terkena eksim kering jika ia memiliki riwayat penyakit asma, rhinitis alergi, atau anggota keluarga kandung yang menderita eksim kering. Nah, demikian juga saya, yang memang memilki riwayat penyakit asma. Baik, lengkap sudah ya, hehe..


Selain itu, eksim kering juga dapat dipicu atau diperburuk oleh faktor tertentu. Seperti beberapa faktor berikut:

  • Alergi, misalnya terhadap debu, makanan, serbuk sari, polusi, atau bulu hewan.
  • Kebiasaan mandi yang terlalu lama, apalagi menggunakan air panas/ hangat untuk berendam.
  • Sering berkeringat.
  • Cuaca kering dan dingin.
  • Kebiasaan menggaruk.
  • Pakaian atau kain yang terbuat dari bahan sintetis atau wol.
  • Penggunaan sabun dan pembersih yang berbahan detergen dan zat kimia keras.
  • Stres.

Namun yang perlu diingat, faktor yang dapat memicu kekambuhan dan memperburuk eksim kering berbeda-beda untuk tiap orang. Jadi, mencoba perhatian pada diri sendiri ini penting sekali. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui faktor penyebabnya, agar dapat dikurangi gejalanya. Karena kadang, dokter spesialis kulit pun tidak tahu pasti faktor yang memicu. Justru kitalah yang harus mengerti diri sendiri 😊


Langkah Perawatan Kulit Eksim di Rumah

Beberapa hal ini saya lakukan di rumah untuk mencegah seringnya penyakit eksim kambuh. jika memang sudah muncul gejala kambuh, maka perlu dirawat dengan baik. Untuk membantu mengurangi rasa gatal dan gejala lainnya dari eksim. Kalian mungkin bisa coba juga cara berikut ini:


1. Jangan Menggaruk

Susah? Memang! Saya pun paling sulit untuk tidak menggaruk yang gatal. Apalagi kalau sedang tidak sadar. Sampai ketika sadar, kulit sudah runyam dan terasa perih.
Namun kali ini, saya sedang belajar untuk berusaha menahan tidak menggaruk. Karena apa? Semakin digaruk, kulit akan semakin rusak dan iritasi. Bahkan kuman dari jari tangan bisa menyebabkan infeksi kulit yang dapat memperparah kondisi eksim.


Nah, alternatif buat ngurangi gatal, saya coba kompres dingin (dengan air dingin dari kulkas, kalau kuat, tambahkan es batu) pada kulit yang terasa gatal. Kompres dingin bisa dilakukan selama 10-15 menit dan diulang sebanyak 2-3 kali sehari.


2. Gunakan Pelembap

Kondisi kulit eksim memang menyebabkan kulit pecah-pecah dan kering. Untuk mencegah kambuhnya gejala dan menjaga agar kulit tetap sehat, saya rutin menggunakan pelembap kulit. Pelembab untuk kulit eksim ini wajib punya. Oleskan pelembap setelah mandi, saat kulit mulai terasa kering, dan sebelum tidur.


Pilih pelembap khusus yang diformulasikan untuk kulit kering dan sensitif, serta pilih yang bahan kimianya sedikit dan bebas pewangi. Biasanya pelembap tersebut berlabel 'hypoallergenic'. Rajin-rajinlah mengoleskan pelembap kulit sepanjang hari untuk menjaga tingkat hidrasinya.


Bisa juga menggunakan air humidifier atau alat pelembap udara di dalam ruangan, khususnya ruangan ber-AC, untuk menjaga kulit tetap lembap.


3. Kenali dan Hindari Faktor Pemicu


Setiap penderita eksim memiliki faktor yang dapat menyebabkan kekambuhan, dengan gejala yang berbeda-beda. Dari situlah pentingnya untuk mengetahui faktor pencetus tersebut, agar dapat dihindari. Perhatikan diri dan sayangi diri sendiri, agar tahu apa yang bisa menyakiti diri kita. Jadi sebaiknya segera dihindari.


4. Jangan Mandi Terlalu Lama


Kebiasaan mandi berlama-lama ternyata bisa membuat kulit kering. Usahakan untuk mandi selama 5-10 menit saja.


Selain itu, pilih juga sabun yang tidak menyebabkan kulit semakin kering. Gunakanlah sabun yang berbahan lembut, tidak mengandung pewarna, pewangi, maupun zat antibakteri, karena dapat membuat kulit iritasi.


Kalau saya, disarankan oleh dokter spesialis kulit untuk menggunakan produk-produk untuk bayi. Namun kini sudah banyak produk perawatan termasuk sabun, yang ditujukan untuk kulit eksim.


5. Hindari Stres


Penyakit ini bisa saja timbul karena sedang mengalami stres dan suasana hati yang buruk bahkan depresi. Nah, saya nih akhirnya menjadikan si eksim ini parameter stres saya, hehe.. Jika sudah mulai timbul gejala, maka saya akan mulai mencari kebahagiaan, hehe.. Jadi, sebaiknya terus lakukan hal-hal yang positif agar terhindar dari stres.


Berobat ke Dokter Spesialis Kulit

Tentu saja perawatan tersebut hanya menghindari dan mengurangi gejala, bukan mengobati. Jika memang perawatan tersebut kurang efektif meringankan gejala eksim, dan kondisi semakin parah, maka segeralah konsultasi ke dokter spesialis kulit ya.


Dokter biasanya akan memberikan obat untuk diminum dan salep racikan yang bisa dioles rutin. Penting untuk memahami dosis dan aturan pakainya ya.


Nah, dari informasi yang saya baca, selain dengan obat-obatan, eksim kering juga bisa diobati dengan metode lain, yaitu fototerapi. Terapi ini memanfaatkan sinar ultraviolet buatan yang dipancarkan ke kulit. Biasanya, penanganan dengan fototerapi dilakukan ketika obat yang diresepkan tidak efektif atau eksim kambuh kembali setelah perawatan.


Demikian, semoga bisa membantu. Yuk sayangi diri, dengan lebih perhatian pada diri agar terhindar dari hal yang memicu penyakit.

14 komentar:

  1. Penting nih mba. Aku juga termasuk orang yang mengalami kulit kering banget. Dan memang cukup sulit untuk perawatannya ya.

    BalasHapus
  2. Oh eksim yaa bikin gatal-gatal tapi ga boleh digaruk supaya ga makin parah
    biasanya emang karena alergi.
    btw, pilih sabun dan pelembabnya pun kudu selektif lho supaya ga makin kering.

    BalasHapus
  3. terima kasih untuk informasinya ya mbak, alhamdulillah nih bisa dijadikan referensi jika nanti memang mengalami eksim. AKu kalau kulit kering sedikit langsung ngasih pelembab.

    BalasHapus
  4. alhamdulillah ga pernah kena eksim, semoga seterusnya gak pernah kena.. kebetulan aku gak suka mandi lama2 haha apalagi kalo lagi dingin pas musim hujan.. eh tnyata mandi lama2 bisa jadi penyebab eksim ya.. semoga kita semua selalu sehat aamiin

    BalasHapus
  5. Ternyata produk bayi bisa ya dipakai utk org dewasa yang kulitnya sensitif gtu.
    Gak boleh terlalu lama mandi ya? Kirain malah kudu sering kena air hehe.
    Iyes yang penting pakai pelembab yang cocok ya

    BalasHapus
  6. Aku pernah ngalamin eksim akibat alergi. Kulitku ini bener-bener sensitif dan kering. Makanya ekstra banget perawatannya. Terakhir kemarin sempat kena alergi cat rambut di kulit leher. Memang harus rajin-rajin pakai pelembab nih.

    BalasHapus
  7. Anak-anakkua ada dermatitis semua mba. Tapi seiring bertambah usia sudah tidak begitu parah sih. Dan katanya kalau mandi diusahakan jangan pakai air hangat. Dan ketika membasuh dengan handuk pun cukup di tap tap aja.

    BalasHapus
  8. tetangga ku ada yang eksim kering gitu, kasian banget mba, salah makan langsung gatal-gatal, kena sabun juga gitu, harus ekstra selektif ya.

    BalasHapus
  9. Sepertinya aku sedang mengalaminya nih, sering gatal dan bersisik pada bagian tubuh, dan sepertinya memang karena alergi udara panas ya, jadi tau mesti diapakan karena selama ini aku diamkan saja.

    BalasHapus
  10. Mandi terlalu lama ternyata bepengaruh juga ya. Hehe. Aku bukan tipe yang suka mandi lama syukurnya :D

    BalasHapus
  11. Kulit kering dan bersisik itu problema aku banget. PAdahal di rumah juga lotion ada beberap ajenis. Kadang suka kelupaan pakai, duhhh kacau banget ya. PAdahal merawat kulit itu penting banget.

    BalasHapus
  12. Kalo kulitku mendadak biduran gitu, gak ada angin gak ada ujan, dan kambuhannya pun gak tentu. Sampai bentol-bentol parah

    BalasHapus
  13. Saya juga eksim Mbak, sebenarnya sejak lama udah sering gatal di kaki dan hilangnya tuh lamaaa banget. Sebelumnya pernah konsul ke dokter spesialis kulit, tapi saat itu belum disebutkan bahwa eksim, malah dokter sarankan ke saya untuk mencatat semua faktor pemicu timbulnya gatal untuk menentukan ini alergi apa. Haduuh, repot rasanya. Tapi saat itu sih dikasih salep aja ama dokter. Baru ketahuan eksim pas 2 tahun lalu, saat hamil pula, kambuhnya parah banget sampai saya gak tahan walau sekedar sentuh air, kaki udah nyaris hancur karena luka dimana-mana, huhuhh.
    Emang kulit harus terhidrasi dengan cukup, kalau kelebihan juga bisa kambuh juga.

    BalasHapus
  14. Fokus saya di nomer lima. Ternyata, (mungkin untuk sebagian orang ya) kondisi hati/stress bisa memengaruhi kondisi kulit juga ya. Ada banyak juga penyakit yang saya pernah baca, masalah stress juga menjadi pemicu. Jadi mungkin gak salah kalau ada kalimat yang menyatakan bahwa, hidup itu tergantung bahagianya.

    Terima kasih untuk tulisannya kak, sehat dan baahgia selalu :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.