Relasi Kesalingan Suami Istri Dalam 60 Hadist Shahih Khusus Tentang Hak Perempuan

60 Hadits Shahih Khusus Tentang Hak-hak Perempuan Dalam Islam merupakan buku karya Faqihuddin Abdul Kodir. Dalam buku ini, ada 60 teks hadits yang dikelompokan menjadi 15 tema pokok. Semua temanya terkait dengan hak-hak atas perempuan. Pada kompilasi hadits yang dibahas, penulis ingin menegaskan jika posisi dan perempuan dalam Islam sebagai manusia yang utuh adalah setara dengan laki-laki.


Peran Perempuan Sebagai Istri

Peranan perempuan jika sudah menjadi istri adalah sebagai pendamping suami. Suami dan istri, memiliki peran dan tanggung jawab dalam memelihara, membina dan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Nah, bagaimana caranya agar dapat terwujud? Tentu saja keduanya harus sadar dalam menjalankan perannya.


Saling bekerja sama, bukan saling menuntut. Itu kuncinya. Memang terasa berat praktiknya, jika hanya salah satu saja yang menjalankan peran dengan baik. Apalagi, jika banyak yang dibahas hanyalah tuntutan suami terhadap istrinya saja.


Banyak sekali, issue yang beredar dan beranggapan, jika istri harus melayani suami atau istri harus tunduk dengan semua perintah suami. Bahkan ternyata, banyak juga kasus kekerasan dalam rumah tangga, antara suami dan istri berawal karena suami merasa hak-nya tidak terpenuhi.


Rasa cinta dan kasih sayang yang terjadi antara suami istri akan disenangi oleh Allah jika cinta dan kasih sayang tersebut selalu ada dan langgeng. Oleh karena itu, Allah SWT menentukan beberapa hak bagi mereka yang dapat menjaga dan memelihara rasa cinta dan kasih sayang tersebut dari kesirnaan.


Allah SWT berfirman:

"Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf." (Al-Baqarah: 228)


Hal ini menjadi suatu kaidah, jika seorang perempuan memiliki kesamaan dengan laki-laki dalam semua hak. Kecuali satu perkara, yakni,


Allah berfirman:

"Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya." (Al-Baqarah: 228).


Oleh karena itu, hak-hak perempuan sebagai istri maupun kewajibannya, sebaiknya sudah dimengerti oleh seorang suami. Begitu juga sebaliknya, ada hak-hak dan kewajiban suami yang harus dimengerti istri.


Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kalian memiliki hak atas istri-istri kalian dan istri-istri kalian juga memiliki hak atas kalian."


Seorang mukmin yang paham, sudah pasti akan selalu berusaha memenuhi hak-hak pasangannya. Hal ini dilakukan demi menjaga kelanggengan cinta dan kasih sayang antara suami istri. Juga sebagai upaya menutup langkah syaitan yang selalu berusaha memisahkan pasangan suami dan istri.


60-hadits-shahih-hak-perempuan


Kompilasi 60 Hadits Shahih Khusus Tentang Hak Perempuan

Dalam buku 60 Hadits Shahih ini, diawali dengan tema terkait prinsip relasi, kemudian mengenai martabat perempuan di mata Allah SWT. Kemudian tentang posisi dan hak-hak perempuan baik itu di ranah domestik maupun publik. Juga bagian yang menarik untuk saya adalah mengenai relasi kesalingan suami dan istri.


Penulis membagikan latar belakang tentang kepenulisannya mengenai buku ini. Salah satunya adalah mengenai ingatan banyak orang terhadap hadits-hadits tentang perempuan. Dimana banyak yang hanya memunculkan adanya pemikiran negatif terhadap perempuan.


Seperti tentang penciptaan perempuan dari tulang rusuk yang bengkok. Atau tentang fitrah perempuan yang akan menjerumuskan laki-laki. Atau tentang perempuan yang menjadi penghuni neraka terbanyak. Banyak lagi yang dimunculkan hanya membahas soal kurangnya akal perempuan, kurang agama, harus ditemani kerabat jika keluar rumah, ibadah yang harus dilakukan secara sembunyi, bahkan hingga laknat terhadap para perempuan sebagai istri yang enggan melayani suami.


Sebetulnya, benar semua hadits yang membahas masalah perempuan di atas. Namun, tidak hanya sebatas itu. Dan sebaiknya, tidak hanya yang itu saja yang terus diingatkan kepada banyak orang.


Relasi Kesalingan Suami Istri dalam 60 Hadits Shahih 

Saya menemukan bagian yang menurut saya paling menarik dan ingin saya bagikan sedikit disini. Pada bagian 14, yang membahas mengenai relasi kesalingan suami istri, saya merasakan mendapat ilmu baru tentang perempuan sebagai seorang istri.


Diterangkan secara manis, berikut ini 4 hadits yang dijelaskan dalam bagian 14.


1. Saling Memperlakukan Secara Baik dalam Rumah Tangga

Rasulullah SAW bersabda:

" Perlakukanlah istri-istri kalian dengan baik, karena mereka adalah teman di sisi kalian. Kalian tidak berhak (melakukan) apapun terhadap mereka, selain itu. Kecuali, jika mereka berbuat zina dengan terang-terangan."


Dalam bagian ini, bagaimana dijelaskan jika salah satu hadits ini sungguh berpihak pada perempuan. Bahwa sesungguhnya, jika perempuan sudah berperan baik sebagai istri (menaati suami), tidak ada alasan apapun oleh suami untuk semena-mena memperlakukan istri.


Begitu juga istri, harus menjaga perbuatan baik kepada suaminya, tidak boleh sekalipun menyakitinya. Suami juga berhak menerima perlakukan baik dari istrinya.


Saling memperlakukan baik dalam kehidupan rumah tangga. Merupakan implementasi dari prinsip Al-Quran mengenai kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.


2. Pahala Melayani dan Menyenangkan Pasangan

Dalam hal ini adalah melayani semua kebutuhan pasangan sebagai suami istri. Termasuk soal menyalurkan nafsu syahwatnya. Semua bentuk pelayanan yang menyenangkan terhadap pasangan akan mendapatkan pahala.


Lebih khusus lagi, Rasulullah SAW mengajarkan jika berhubungan intim dengan istri juga merupakan sedekah. Suami akan mendapatkan pahala, istri tentu saja mendapatkan pahala. Karena dalam hubungan intim tersebut, terjadi pelayanan yang memuaskan secara timbal balik.


Jadi, jika pelayanan apapun termasuk hubungan seksual yang dilakukan dengan menyakiti, memaksa atau dengan kekerasan, justru akan mendapatkan dosa. Oleh karena itu, perlu dilakukan dengan sepenuh hati saling menyayangi. Ini yang menjadi inti dari pahala antara suami dan istri.


3. Istri Berhak Atas Kepuasan Seksual Dari Suami

Nah, bagian ini yang biasanya istri lebih sering pasrah. Padahal, menjadi hak istri untuk mendapatkan kepuasan seksual dari suami.


Selama ini, banyak orang menyangka jika hanya laki-laki yang memiliki hak penuh atas kenikmatan seksual terhadap istrinya. Sehingga, istri pun menjadi takut untuk mengungkapkan perasaannya bahkan menuntut hak-nya tersebut. Akibatnya, tidak banyak laki-laki yang merasa berhak memaksakan kehendak seksualnya terhadap istri, dan meninggalkannya jika sudah terpenuhi.


Padahal, tidak demikian yang seharusnya, sesuai dengan prinsip Al-Quran: bahwa istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian bagi istri.


4. Menciptakan Momen Kebersamaan

Keintiman tidak melulu harus berupa hubungan kelamin saja. Namun juga aktivitas kebersamaan yang dapat melestarikan suatu hubungan sehingga menimbulkan kenyamanan, penghormatan dan tentu saja kasih sayang.


Sebagai pasangan, tentunya banyak moment sederhana yang dapat dilakukan bersama. Hal-hal tersebut jika terjadi dalam sebuah pernikahan, tentu akan dihitung sebagai pahala.


"Menikah adalah ibadah", dikarenakan banyaknya aktivitas suami istri yang dapat dilakukan bersama, yang akan dicatat oleh Allah SWT sebagai ibadah, dan tentunya mendapat pahala.


Kompilasi 60 hadits shahih ini, mengenalkan sisi lain yang lebih fundamental. Terbitnya buku ini juga menjadi satu saksi keberadaan Dr. Faqihuddin Abdul Khoir sebagai ulama yang produktif yang melahirkan karya dengan perspektif keadilan kepada laki-laki dan perempuan.


Buku ini berisi penjelasan penting yang disajikan dengan penjelasan singkat dan mudah dipahami. Namun, sarat makna yang disampaikan. Oleh karena itu, buku ini layak untuk dibaca dan disebarluaskan. Serta dapat dijadikan pedoman perilaku dalam kehidupan nyata.


Semoga buku ini dapat dijadikan sebagai amal jariyah bagi penulis dan juga tambahan ilmu untuk pembacanya. Semoga selalu terwujud dalam hal relasi laki-laki dan perempuan yang adil gender sesuai dengan nilai-nilai Islam. Amin.


60 Hadits Shahih Khusus Tentang Hak-hak Perempuan dalam Islam oleh Faqihuddin Abdul Kodir, 276 halaman. Cetakan Pertama April 2019, Penerbit Diva Press.


Untuk yang ingin mengikuti Kajian Intensif Ramadhan, bisa klik posternya di bawah ini. Info lengkapnya sudah ada di poster berikut.


kajian-intensif-ramadhan


27 komentar:

  1. Iya ya.. entah mengapa yang sering diperdengarkan kepada para perempuan itu yang serem-seremnya.
    Padahal banyak hadist-hadist yang isinya lebih menyejukkan, yang kalau dibaca jadi tambah semangat untuk membersamai dan menyenangkan pasangan.
    Terima kasih info bukunya mba..

    BalasHapus
  2. MashaAllah mbak, aku jadi banyak belajar dari tulisan ini tentang suami dan istri, kadang ya kita tuh harus banyak pelajar hadist ya supaya lebih paham lagi menjalani peran dalam keluarga khususnya antara suami dan istri

    BalasHapus
  3. Tema bukunya bagus banget. Harus dipunya dan dibaca oleh pasangan suami istri nih. Supaya bisa sama-sama mendapat haknya dan sadar akan kewajibannya. Sehingga bisa menjalani pernikahan yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.

    BalasHapus
  4. Masih banyak yang perlu kita pelajari. Bahkan, hadits Arbain aja belum kita sentuh. Kan, kalau mau selamat dunia akhirat, harus melahap banyak ilmu dan kemudian mempraktikkannya.

    BalasHapus
  5. Menikah jadi ibadah terlama dan penuh ujian sekaligus jadi ladang pahala ya, Masya Allah kalo baca hadist2nya betapa islam sangat memuliakan wanita

    BalasHapus
  6. Masyaallah lengkap ya, semua di jelaskan di hadist ini. aku suka banget sama poin poin pembahasan di tulisan ini.

    BalasHapus
  7. Menarik banget Mba materinya. Memang kalau dipelajari lebih dalam lagi berdasarkan hukum Islam posisi perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga itu setara. Sayangnya yang diajarkan turun-temurun (bukan secara agama) justru memojokkan perempuan.

    BalasHapus
  8. Wah ada ya kajian kyk gtu mbak? Menarik nih buat diikuti apalagi kalau temanya membahas soal pernikahan
    Suami istri dalam ISlam emag udah diatur sedemikian rupa hakl dan kewajibannya ya, lengkap pula aturannya

    BalasHapus
  9. Bukunya bagus. Harus dibaca nih buat semua pasangan. Agar bisa saling mengerti hak dan kewajiban masing-masing, jadi bisa membina hubungan rumah tangga yang harmonis juga

    BalasHapus
  10. Menarik nih untuk dibaca, bisa dibaca untuk calon pasutri ya agar bisa saling mengerti hak dan kewajiban masing-masing

    BalasHapus
  11. Hak perempuan diuraikan lengkap, tentunya ini menjadi inspirasi bahwa kita juga sama dengan laki-laki karena yang membedakan pada ketakwaannya sehingga dapat saling mengisi dan melengkapi

    BalasHapus
  12. Bukunya bagus ya, biasanya yang saya dapat dari sumber2 yang wanita harus taat dgn suami apapun kondisinya, makasi sudah sharing ya mba :)

    BalasHapus
  13. Masyaallah mba... Sebagai muslimah memang kudu tahu dan mendukung hidup yang setara. Karena d muslim pun lelaki dan perempuan setara.

    BalasHapus
  14. Menarik topiknya, hal ini masih perlu diedukasi terus karena masih banyak yang beranggapan "istri saja yang tugasnya melayani" padahal sejatinya masing2 memahami hak dan kewajiban masing2.

    BalasHapus
  15. Topiknya menarik ya harus lebih benyak membaca lagi saya nih supaya bisa menyelami maknanya terima kasih sudah berbagi

    BalasHapus
  16. Gara2 baca buku ini juga aku kepikiran untuk ngumpulin hadits2 serupa yang bahas soal perempuan. Menarik banget memanh untuk dikaji ya mba

    BalasHapus
  17. Keren bahasannya kak.
    Memang sering sekali ayat Ar Rijalu qowwamuna ala nisa dijadikan senjata oleh suami diktator untuk menguasai istri. Namun tidak berbuat baik kepadanya.
    Misalnya, melarang istri berkunjung ke rumah orangtua namun dia selalu nongkrong di luar sama temennya.

    BalasHapus
  18. Setuju sekali dengan relasi kesalingan dalam 60 hadits ini ya, wah jd pingin baca juga deh. Memang dalam Islam itu laki² dan perempuan setara kok yg membedakan adalah taqwanya

    BalasHapus
  19. Aku baru tahu soal buku kumpulan hadits ini. Kemana saja diriku selama ini hehe. Seperti diriku, aku berharap pula semoga semakin banyak laki-laki yang tahu, ingin tahu, dan akhirnya mengerti soal ini.

    BalasHapus
  20. Rasulullah bilang, menikah adalah ibadah. Setelah menikah, apapun yang dilakukan suami terhadap istri, atau istri terhadap suami, selama keduanya sama-sama bahagia atas perlakuan masing-masing, itu sudah dihitung pahala. Masya Allah ya. Dasar ini saja sudah memberi kita makna bahwa menikah itu tujuannya menyempurnakan ibadah. Semakin banyak ladang ibadah yang kita miliki setelah menikah. Semakin besar pula pahala yang bisa kita kumpulkan untuk bekal kita ke surga. Bukunya menarik.

    BalasHapus
  21. jadi di dalam islam itu sebenarnya perempuan sangat dimuliakan yaa, Mba, posisinya sangat tinggi dan bukan sebagai "bawahan" yang diperlakukan semena-mena oleh suami, namun posisinya sejajar sebagai mitra

    BalasHapus
  22. MasyaAllah, dalam Islam Perempuan itu punya begitu banyak kemuliaan, keistimewaan ya Mbak, bahkan saling melayani itu pun juga berpihak pada istri ya, yang emang harus sama-sama saling mendapatkan kepuasaan bersama.

    BalasHapus
  23. Bersyukur bgt ada yg bikin kompilasi hadits seperti ini, jadi bnyk yg mulai terbuka wawasan ttg kesalingan laki-laki dan peret

    BalasHapus
  24. Maa syaa Allaah buku yang sangat menarik nih arena mengupas 60 hadis shahih yang menjadi hak2 perempuan..Betapa islam memang sangat memuliakan perempuan ya.

    BalasHapus
  25. Bagus bukunya ya mengupas tentang hak perempuan. Terlebih lagi sudah menjadi istri dan ibu ya. Huhu belum menikah, jadi belum dapat pahala sebagai istri :3

    BalasHapus
  26. Luar biasa sekali ya kehidupan rumah tangga nih... Dan penting memang tau hak dan kewajiban nya masing2 supaya rumah tangga harmonis dan berjalan sesuai aturan

    BalasHapus

Terima kasih sudah membacanya sampai selesai, semoga bermanfaat :)

Diberdayakan oleh Blogger.