Yellow Bee Hotel Tangerang [REVIEW] - Staycation Aman di Kantong

Minggu lalu, saya dan keluarga memilih untuk staycation di sekitaran Tangerang. Memang sedang ada keperluan di kota tersebut, jadi kami memilih untuk menginap di dekat sana. Hampir dua tahun tidak mengunjungi Tangerang, dan luar biasa, Kota  ini sudah tumbuh pesat dan lebih tertata. Tangerang bukan tempat yang asing buat saya. Sebagai kota penyangga Jakarta, saya pernah satu tahun bekerja dan menetap di kota ini, beberapa kali setelahnya pun, saya masih sering mengunjungi kota ini, hanya untuk sekedar jalan-jalan dan menikmati jajanannya. Selain pusat bisnis dan ekonomi, banyak tempat menarik di Tangerang yang bisa didatangi untuk sekedar liburan.

Kali ini, saya memilih hotel Yellow Bee. Hotel bintang dua ini letaknya sangat strategis. Tidak sulit menemukannya. Warna kuning bertuliskan Yellow Bee Hotel terlihat jelas dari kejauhan. Lokasinya dekat dari stasiun kereta api Tangerang, dan letaknya berada di deretan pusat perbelanjaan, membuat hotel ini layak dipilih untuk para traveller.


Hanya ada satu ruangan di lantai paling bawah yang dilengkapi dengan sebuah meja panjang mirip meja resepsionis dan sepasang kursi sofa. Area ini fungsinya hanyalah sebagai pintu masuk menuju lift yang akan membawa kita ke lobby hotel di lantai enam. Seluruh ruangan dan kamar di hotel ini berada di lantai 6, 7 dan 8 Plaza Robinson Tangerang. Terpisah lift untuk menuju ke lantai kamar tersebut.


Smart Traveler Hoteltagline yang diusung oleh Yellow Bee Hotel Tangerang. Konsep yang sangat pas menurut saya. Di era sekarang dengan mobilitas yang tinggi, mereka yang melakukan perjalanan baik wisata maupun bisnis lebih membutuhkan kamar yang nyaman, akses yang mudah dan jaringan internet yang mumpuni dibanding kemewahan sebuah hotel. Simpel namun privasi tetap terjaga. Mencari hotel di lokasi yang strategis untuk kemudahan akses transportasi sehingga segala keperluan terkait perjalanan bisa diperoleh dengan mudah. Dan, Yellow Bee Hotel memberikan semua itu.

Berada di tengah kota yang padat, hotel ini mampu menyuguhkan kenyamanan di dalamnya, sungguh jauh dari bising dan kesan sibuk, benar-benar tenang. Pada lobby hotel, terdapat jendela kaca yang lebar membuat pandangan mata bebas leluasa melihat ke luar. Sungai Cisadane yang lebar dan landscape kota Tangerang menjadi pemandangan yang menarik di dalam hotel.


Pada pagi atau sore hari, kita bisa menikmati udara di ruang terbuka di lantai enam. Desainnya minimalis nan romantis. Kursi dan meja kayu dengan lampu dalam sangkar di area tersebut memberikan kesan romantis saat malam.

Dekat dengan lobby hotel, kita bisa menikmati e-corner jika bosan di dalam kamar, duduk-duduk santai sambil berbincang atau berselancar di dunia maya. Tempat ini dilengkapi dengan tiga unit komputer dan jaringan internet. Urusan bisnis, pekerjaan, atau sekedar selancar di media sosial bisa dipastikan lancar. Saya sih sudah membayangkan asiknya duduk di situ sambil ngeblog, namun sayangnya, kenyataan membawa anak tidak bisa lepas dengan saya, membuat saya mengurungkan niat untuk menikmati fasilitas ini, hehe...


Ada 100 kamar yang terdiri dari 37 kamar Bee Superior, 36 kamar Bee Deluxe dan 27 kamar Bee Executive. Setiap kamar dilengkapi kebutuhan standar tamu untuk menginap dan beristirahat. Ada televisi layar datar berukuran 43 inchi, sayangnya saluran televisi hanya lokal, save deposit boxcoffee & tea facilities serta air mineral botol. Sedangkan untuk kamar executive dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti DVD Player, Mini Refrigerator, dan Hair Dryer. Saya memang hanya memilih kelas Superior. Ini pun sudah cukup menurut saya, jika hanya untuk sekedar beristirahat dan bersantai seharian.


Kamarnya cukup luas, kurang lebih  30 meter persegi dengan kasur King Coil Double atau Twin berukuran besar, bisa diisi hingga empat orang tanpa tempat tidur tambahan. Masih memungkinkan anak-anak bermain di dalam kamar saking luasnya. Kamar juga bebas asap rokok, AC-nya terasa dingin dan sejuk, dan tirai yang kedap cahaya. Toiletnya juga luas, dengan model bebatuan alami pada lantai dan dindingnya.


Satu hal yang menurut saya penting dan saya suka lagi adalah petunjuk arah dan lokasi yang jelas. Diberikan di setiap sudut lorong hotel, jadi tidak membingungkan.


Yang paling penting, harga masih masuk akal dan masuk di kantong untuk memilih hotel ini. Kita mendapatkan harga yang paling rendah dengan manfaat yang lebih. Saya sempat membuka beberapa situs penyedia hotel online untuk memeriksa harga yang ditawarkan untuk menginap di Yellow Bee Hotel, lalu saya mencoba membandingkan dengan beberapa hotel yang setara. Dengan harga antara 300 ribu - 400 ribu /kamar /malam, Yellow Bee memberikan kenyamanan lebih dibanding hotel sekelasnya dengan rate lebih rendah.
Saya mendapatkan harga yang lebih rendah dari itu dengan booking via Traveloka dan tentunya ada tambahan potongan diskon lagi.

Nah, itu beberapa kelebihan yang dimiliki hotel ini. Untuk kekurangannya dari pengalaman saya, kebersihan sprei dan bed cover sepertinya masih kurang diperhatikan, penyediaan handuk yang kurang dan handuk yang ada juga kurang layak digunakan, serta tidak tersedia keset kamar mandi. Lebih aman memang untuk membawa handuk atau bahkan sprei sendiri kalau menginap di hotel. Mengingat saya membawa anak kecil, rasanya lebih aman untuk anak. Satu lagi, karena hotel ini tidak memiliki restorasi, jadi mereka hanya menyiapkan untuk menu sarapan dan jangan banyak berharap untuk menunya. Hari itu, hanya tersedia bubur ayam, nasi uduk dan ayam goreng, buah, dan kerupuk, minumnya kopi dan teh.



💛 Saya memberikan nilai 8 untuk hotel ini.
Bagi yang berkunjung ke Tangerang dan sekitarnya, Yellow Bee Hotel is recommended!



#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#ODOPBatch7


2 komentar:

  1. Kalau di Surabaya namanya Yello Hotel mbak. Hampir mirip dari luar dominasi warna kuning. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ada juga yah, mungkin satu manajemen ya mbak hehehe :)

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.