3 FILM INDONESIA YANG MENGENANG TOKOH KEMERDEKAAN RI DENGAN APIK

FILM INDONESIA KEMERDEKAAN
Mempertebal rasa nasionalisme dan cinta tanah air tentu dapat dilakukan dengan berbagai cara, dari yang sederhana hingga istimewa tergantung selera. Salah satunya adalah dengan menonton film kemerdekaan, yang mampu membangkitkan perasaan kebangsaan dan jiwa pahlawan kita. Berikut 3 film yang megenang tokoh sejarah kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang menarik untuk disaksikan. Film bertema perjuangan biasanya akan dirilis dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, namun, tidak selalu. Kini film bertema tokoh-tokoh sejarah juga sudah enak untuk dinikmati.

FILM INDONESIA KEMERDEKAAN

1. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Film ini menceritakan tentang sosok Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Dirilis pada 2013, Soekarno: Indonesia Merdeka tidak hanya menceritakan mengenai Bung Karno sebagai proklamator dan presiden, juga masa-masa sebelum itu, yakni era kolonial. Soekarno berjuang sejak masih muda dengan mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada era pergerakan nasional, lalu dipenjara oleh pemerintah kolonial Belanda di Bandung, juga pledoi pembelaannya yang terkenal: "Indonesia Menggugat". Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengasingkan Soekarno ke Ende (Flores) lalu ke Bengkulu.

Membahas tentang kemerdekaan tentu tidak akan lengkap tanpa menyebut nama Soekarno. Tidak heran, jika sejumlah film yang menceritakan sosoknya sebagai bapak bangsa pun banyak dibuat. Salah satunya yang berjudul Soekarno: Indonesia Merdeka. Sesuai dengan judulnya, film ini mengisahkan perjalanan hidup Soekarno, yang diperankan oleh Ario Bayu.

Diceritakan pula kisah cinta dan pernikahannya dengan Inggrit Garnasih (Maudy Koesnadi), istri sang proklamator sebelum akhirnya beliau jatuh cinta dan menikah dengan Fatmawati yang diperankan oleh Tika Bravani. Hingga ketika beliau mengajak Hatta yang diperankan oleh Lukman Sardi untuk memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.

Film yang dirilis pada tahun 2013 dan disutradarai Hanung Bramantyo, berhasil mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Salah satunya dari ASEAN Internasional Film Festival and Awards 2015.

2. Jenderal Soedirman (2015)

Sebagaimana judulnya, film ini menceritakan tentang kisah hidup dan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, film ini dirilis pada 2015. Sebagai sutradara adalah Viva Westi dengan penulis naskah Tubagus Deddy. Soedirman diperankan oleh Adipati Dolken, didukung oleh aktor ternama yang memerankan tokoh-tokoh perjuangan pula, seperti Mathias Muchus (Tan Malaka), Baim Wong (Soekarno), Nugie (Mohammad Hatta), Ibnu Jamil (Tjokropranolo), Lukman Sardi (Joesoef Ronodipoero), Annisa Hertami (istri Soedirman), serta Landung Simatupang (Oerip Soemohardjo).

Film ini mengambil setting waktu setelah proklamasi atau pada masa perang mempertahankan kemerdekaan dengan latar belakang tempat di Yogyakarta yang kala itu menjadi ibu kota RI sekaligus pusat perjuangan melawan Belanda. Diceritakan perjuangan Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya menghadapi Belanda meskipun dalam kondisi sakit parah lantaran terserang TBC. Pengorbanan Soedirman tidak sia-sia karena pada akhirnya Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan pada akhir 1949.

Jenderal Soedirman adalah film biopik yang menceritakan tentang seorang tokoh yang bernama Soedirman, seorang jenderal besar yang memimpin perang gerilya demi mempertahankan kemerdekaan bangasa Indonesia. Meskipun kala itu beliau sedang berjuang melawan penyakit paru-parunya, dan hanya memiliki satu paru-paru.

Di film ini kita akan melihat perjuangan, strategi, dan kegigihan Jendral Soedirman dalam melawan penjajah Belanda yang kala itu menyatakan bahwa Indonesia sudah tidak ada. Beliau dan tentaranya berjuang secara gerilya, dari balik hutan-hutan Jawa dan menyusun strategi yang membuat tentara Belanda kehabisan logistik dan waktu.

3. Wage (2017)

Merupakan film biografi pencipta lagu Indonesia Raya. Film ini menceritakan perjuangan Wage Rudolf Supratman. Dimulai dari Wage menjadi jurnalis yang menuliskan penderitaan Rakyat Indonesia, sampai ikut pergerakan melawan penjajahan dan menciptakan lagu Indonesia Raya.

Film tentang pahlawan nasional yang menciptakan lagu nasional Indonesia Raya ini disutradarai oleh John De Rantau. Kisah kontribusi Wage Rudolf Supratman ketika peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928 ini tidak lepas dari pengisahan sejak ia belia, konflik pergerakan dan propaganda yang dialaminya, hingga bakat bermusik dan proses penciptaan lagu-lagu nasional. Diperankan oleh Rendra Bagus Pamungkas, film ini dikemas dengan gaya film noir dan berhasil menyabet berbagai nominasi dalam ajang penghargaan film nasional.


Perjuangan kemerdekaan Indonesia di zaman dahulu melibatkan banyak tokoh yang tak gentar melawan penjajah. Ada yang berjuang langsung berhadapan dengan penjajah, ada pula yang berjuang lewat hasil karya mereka di tengah penjajahan. Tokoh-tokoh seperti itu lah yang kemudian banyak difilmkan untuk mengenang para sejarah, tentunya agar para anak muda Bangsa tidak melupakan sejarah negerinya, seperti kata Bung Karno yang terkenal dengan istilah “Jas Merah” atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.

Kalau kalian, mana tokoh sejarah kemerdekaan yang paling diidolakan? 😉


16 komentar:

  1. Menjelang 17-an, nontonnya film-film bertema patriotisme ya Mba.. hehe. Aku kebetulan belum pernah menonton ketiga film di atas, entah kenapa kurang berminat dengan film-film dengan tema tersebut. Nanti aku coba tonton deh.

    BalasHapus
  2. Aku kalau film srjRah gampang banget lupa nih. Kayanya harus setel ulang film-film sejarah.

    BalasHapus
  3. Aku termasuk jarang nonton film-film sejarah nih. Ketiganya belum pernah nonton aku. Hehe. Tapi momen-nya pas nih mau rayain kemerdekaan.

    BalasHapus
  4. Jujur aku masih jarang nonton film sejarah Indonesia, lebih suka nonton yang versi dokumenternya. Walaupun Indonesia masih jarang banget dokumenter yang dikemas apik huhu. Tapi film sejarah di atas sepertinya boleh juga ditonton nih. Tfs ;)

    BalasHapus
  5. Wah iya nih sudah lama gak nonton film dengan genre kemerdekaan gini, tapi memang kebetulan dari ketiga film Indonesia diatas aku belum nonton coba mau nonton salah satunya.

    BalasHapus
  6. Waduuh aku belum pernah nonton semua tapi penasaran pengen nonton film Jenderal Soedirman soalnya aku ngefans sama beliau..

    BalasHapus
  7. Yg nomor satu dan nomor tiga belum pernah nonton nih. Kalau nomor dua udah, meski lupa lupa ingat, hehehe...

    Selamat memperingati HUT RI ke 75 ya...

    Semoga bangsa dan negara kita sejahtera selalu. Aamiin...

    BalasHapus
  8. Tepat ya filmnya bisa jadi pilihan nih karena besok HUT RI. Btw tampilan huruf di blog mbak Atiq membuat daku kaget kalau dilihat lewat ponsel, karena hurufnya besar, dan judulnya menumpuk

    BalasHapus
  9. uppsss, sama sekali belum pernah nonton semuanya nih, jadi penasaran pengen nonton juga.
    apalagi yang 1 dan 2, eehh 3 juga deng semuanya :)

    BalasHapus
  10. Waaah, cocok banget nih ditonton pas liburan 17 Agustus hari ini. makasih rekomendasinya

    BalasHapus
  11. Wah jadi pengen nonton nih. Kemarin ada yang share link nonton film-film bertema kemerdekaan. Siapa tahu bikin jiwa nasionalisme kita bertambah ya..

    BalasHapus
  12. Yang Wage aku belum pernah nonton kebetulan nih kak. Coba cari deh filmnya. Penasaran juga. Setuju banget ya, JAS MERAH! Supaya gak lupa sejarah salah satunya nonton filmnya dong yaa

    BalasHapus
  13. Ini sebenernya list seru buat dijadikan bahan nonton libur panjang ya..... Selasa udah masuk. Semoga semangat terus...

    BalasHapus
  14. Aku cma pernah nonton film soekarno skilas di tv, ga begitu suka film biografi soalnya mba 😆

    BalasHapus
  15. Nggapapa pernah kepikiran film bertema ini hehe dan belum pernah nonton juga. Padahal bisa nambah semangat nasionalisme ya. Pernahnya nonton film spa ya sekitar 2013 kalo ngga salah. Oh ya film Wage sepetinyas menarik, baru tahu aku beliau jurnalis

    BalasHapus
  16. parah nih aku malah belum pernah nonton ke-tiga film yang kamu sebutkan di atas.. malah udah nonton kartini

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.