c e r m i n

Tidak semua yang aku tulis itu aku! Dan tidak semua yang kamu baca itu kamu!
Untuk kamu! Pantulan lukisan diriku di Cermin! Apa kabar? Apa kau sudah merasakan bahagia dan sedih kembali? Tidak lelahkah kau terus menjadi bayangan orang lain?
Menatap saja ke depan, tapi hatinya berbelok. Tersenyum mulus menutupi cerita, tapi hatinya tersiksa. HAHA..

Bergabung dengan mereka yang terlihat bahagia agar juga terlihat bahagia. Tak lelahkah berpura seperti itu? -_-
Wahai pantulan lukisan diriku. Jangan pernah takut untuk memulai. Tidak semua cerita itu akan berakhir sama. Belajar dari kenangan untuk menyusun harapan. Bisa jadi apa yang terlihat buruk di depan, akan mengindahkan pada akhirnya, ataupun sebaliknya.
Pernah saja jika putus asa itu lalu melahirkan kecewa, asal kekecewaan itu mampu melahirkan alasan untuk kembali bahagia :)
Cermin itu tak memantulkan semuanya, tak semua yang diingini kita mampu masuk ke dalamnya. Cermin punya cerita yang berbalik, yang menggambarkan kejujuran pada pantulan yang terbatas. Dan cermin mampu memikat banyak umat manusia untuk berada di depannya, mematut diri, memandang, berbenah, berhias, bahkan bercakap! Ya, bercakap dengan dirinya sendiri. Seperti aku!
Terkadang tak cukup mampu menahan apa yang dirasakan sendiri. Terkadang pula, tak cukup nyali untuk langsung melakukan aksi dengan apa yang dirasakan, seperti halnya menahan kentut di tengah acara pesta megah. Gengsi!
Dan terkadang lagi, tak cukup yakin untuk membaginya pada sesama kaum beradab dan kurang beradab. Takutnya disalahartikan. Oke! Satu-satunya yang paling aman adalah membaginya dengan Yang Kuasa.
Sampai pada akhirnya doa panjang dalam hati atau lewat komat-kamit mulut yang berbusa menjadi perantara ampuh untuk mengobati segala jenis kegundahan hati.
Kegemaranku bercermin mungkin menjadi kegemaran banyak orang di dunia. Cermin memang magis! Paling tidak itu menurutku. Aku bisa berjam-jam berdiri manis, duduk santai atau bahkan tidur-tiduran sambil bercermin. Aku puas berbagi cerita dengan diriku sendiri di cermin. Berbagi tawa sampa airmata.
Cermin akan mengingatkan kekurangan kita tanpa harus menunjukan nilain min. Cermin akan memperlihatkan adanya sesuatu yang termiliki, yang mungkin tak mampu hanya dilihat dengan pandangan mata tanpa pantulan. Cermin, ada masanya yang akan terkenang!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.