Berbahagialah Wahai Ibu

Sebagai full time mother, dan terkadang part time kerja sana-sini (yang tidak menentu apa itu), untuk saya pribadi, menemani anak tumbuh dan berkembang bukanlah soal mudah. Banyak yang harus diperhatikan, terutama ke'warasan' diri sendiri. Ada banyak ibu yang akhirnya sampai tega membunuh atau menganiaya anaknya karena sudah terlalu lelah. Kelelahannya kemudian menumpuk. Dan parahnya, tidak ada orang yang mau diajak untuk berbagi. Sungguh menyedihkan memang.

(wattpad.com)

Memang yang saya rasakan pun terlalu berat jika hanya disimpan sendiri. Tidak hanya sekali, emosi seperti mencuat overwhelm. Terkadang rasa egois 'aku'nya keluar karena merasa sudah sangat lelah bersabar dan selalu mengerti anak kita. Sampai rasanya ingin sekali untuk ganti dimengerti, hehe.. (sungguh mustahil)

Disaat seperti itulah, sepertinya diam sejenak dan refreshment sangat dibutuhkan. Banyak kegiatan ringan dan sederhana yang bisa dijadikan "obat". Misalkan saja, memasak jika memang suka memasak. Menyalurkan hal-hal yang kita sukai juga menjadi terapi tersendiri. Kalau saya, lebih suka menulis, apa saja, dimedia mana saja, meski hanya menulis rincian uang belanja setiap hari. Membuat kerajinan tangan, menjahit baju, membuat kotak mainan, rak sepatu, atau mainan sederhana untuk anak.

Karena bagi saya, mengerjakan sesuatu dengan menggunakan tangan sendiri itu seperti sebuah terapi. Bisa me-release emosi dan meningkatkan hormon oksitosin.

Penting untuk ibu agar selalu bahagia, agar seisi rumah pun menjadi bahagia. 😊



#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#ODOPBatch7

12 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.