Mana 'Bagianku" Tuhan?

"Seringkali yang kuingin ada di oranglain, Apa Tuhan salah kirim? mana 'bagianku'?"

Malam ini aku pulang tanpa se'receh' pun uang. Penuh peluh dan rasanya hanya ingin mengaduh. Perut kosong sudah tak tahan dengan tempe meski hanya sepotong. Pilu aku menahan, mendengar anak-anak dengan tangisan.

Tuhan, sudahkah kau titipkan 'milikku' hari ini? Kepada siapa? Agar aku tak salah mengambil hak yang lain. Tuhan, tolong jangan lupa 'bagianku'. Meski tak hanya untukku. Kini aku masih menunggu. Pukul dua belas malam belum berlalu.

Sekiranya aku sandarkan kaki ini, apa itu berati aku sudah tak mau usaha lagi? aku takut Tuhan tak menganggapku berusaha, hinga 'milikku' hari ini terlewatkan saja.

Bukan ingin mengeluh, hanya saja aku sudah tak kuat. Bagaimana bisa, orang-orang itu makan dengan nikmat meski hidupnya tak taat. Atau akukah yang sebenarnya tak taat padaMu Tuhan?

Bisikkan saja, pelan saja, bagaimana aku bisa mengisi kekosongan perutku? perut anak-anak yang Kau titipkan padaku. Aku menunggu dengan segenap hatiku.

Biarkan sedikit, agar aku tak mengira Kau pelit. Tuhan aku tunggu.



Catatanatiqoh, 19 Oktober 2019


#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#ODOPBatch7

14 komentar:

  1. kak atiqoh apakah ini akan dijadikan cerpen kak? semangat kak ^^

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. hihiii.. lanjutkan apa nih mbak? :) terima kasih sudah mampir membaca :)

      Hapus
  3. Hai mba salam kenal :) bagus tulisannya semangat ya mba

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.