Tamansari Jogja -Wisata Cantik Tempat Mandi Raja



Tamansari, merupakan sebuah komplek peninggalan sejarah yang banyak menonjolkan keindahan artistik pada bagian kolam dan air. Tamansari kemudian disebut sebagai Istana Air (water castle). Dengan bentuk bangunan arsitektur ala Portugis-Jawa, bangunan di taman ini menjadi daya tarik utama.

Meskipun sekarang kondisi bangunan sudah tidak utuh seperti saat masih difungsikan sebagai taman raja, namun tetap aura keindahan terpancar kuat dari bangunan-bangunan di taman ini. Sekarang, wisata ini sudah menjadi menu wajib setelah mengunjungi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat karena lokasinya berdekatan.

Saya sudah dua kali mengunjungi komplek Tamansari. Terakhir adalah Maret 2017 lalu. Bersama tiga saudara saya, kami berempat naik kereta dari Jakarta dan sampai di stasiun Tugu pas adzan subuh. Kami menunggu di stasiun sampai hari mulai terang. Perjalanan kami mulai dengan sarapan soto di sekitaran stasiun. Lanjut menyusuri jalan malioboro sambil menambah koleksi foto. Tujuan wisata kami yang pertama memang ke Tamansari. Dari kawasan Malioboro, kita bisa menggunakan becak kayuh, atau kalau ingin lebih seru, bisa dengan berjalan kaki seperti yang kami lakukan waktu itu, dari stasiun Tugu Jogja melewati kawasan Jl. Malioboro, alun-alun selatan Jogja hingga ke Tamansari. Tidak jauh, hanya berjarak kurang lebih 1km dari alun-alun selatan Jogja. Jika sudah bertemu dengan Alun-Alun Utara, langsung saja ambil jalan yang berada di sebelah Barat Alun-Alun sampai menemukan perempatan pertama, setelah itu langsung belok kiri lalu mengikuti jalan dan petunjuk yang ada.

Alamat tepatnya di Jalan Tamanan, Patehan Keraton, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pesona Tamansari
(Pintu masuk Gapura Agung)

Spot foto pertama yang menarik saya temui adalah Gapura Agung, salah satu pintu masuk ke area Tamansari. Gapura Agung  didominasi ornamen berbentuk sayap burung dan bunga-bunga. Saat masih berfungsi sebagai taman kesultanan, Gapura agung digunakan sebagai lokasi transit bagi kereta kencana kesultanan.


Tepian Kolam Tamansari

Setelah melewati gerbang utama, kita langsung disuguhkan dengan dua buah kolam. Dua kolam dekat pintu gerbang tersebut merupakan dua dari tiga kolam di Tamansari. Umbul Panguras kolam untuk raja, Umbul Kawitan untuk putri-putri raja, dan Umbul Pamucar untuk para selir-selir raja. Sekeliling kolam ini dihiasi pot-pot besar dengan bunga-bunga cantik yang terawat dan ornamen air mancur dengan kepala naga. Dinding-dinding di sekitaran kolam memang sudah tampak usang, tapi justru itu yang menambah daya tarik dan menjadi spot foto yang ciamik.
Lorong panjang menuju masjid bawah tanah

Lorong dalam masjid

Berbeda tempat dengan bangunan kolam tadi, terdapat sebuah masjid di bawah tanah yang dikenal dengan tempat Sumur Gumuling. Di bawah bangunannya terdapat sumur yang dikelilingi oleh lima tangga yang melambangkan jumlah Rukun Islam. Saat menuruni anak tangga yang berada di Masjid bawah tanah, kita akan menemukan tangga yang saling bertemu di tengah-tengah kolam air yang berasal dari Sumur GumulingSayang sekali, saya tidak mengabadikan foto di tempat tersebut karena sudah ramai dan pas digunakan untuk proses foto pre-wedding saat itu.

Komplek Gapura Panggung


Komplek Gapura panggung

Tempat selanjutnya yang masih satu komplek namun berbeda bangunan adalah Gapura Panggung. Tempat tersebut digunakan raja untuk menikmati keindahan Tamansari yang dulu masih dilengkapi danau buatan serta keindahan hamparan taman berhias segala jenis bunga cantik. Gapura panggung tersebut dilengkapi tangga terbuat dari kayu jati yang kondisinya hingga sekarang masih kokoh dan memberikan kesan artistik.

Ada beberapa bangunan seperti sudah bongkaran, tapi justru menambah daya tarik tersendiri. apalagi digunakan untuk foto. Seperti foto saya di atas, menarik kan? lokasinya lho hehe...

jalanan menuju komplek Tamansari penuh dengan seni

jalanan menuju komplek Tamansari banyak bangunan kuno yang menarik

Sepanjang jalanan menuju komplek Tamansari, akan banyak ditemui hal-hal yang menarik. Beberapa pengrajin yang menjual hasil kerajinannya, beberapa bangunan seperti rumah warga yang masih tampak bangunan asli kuno jaman dahulu yang belum dipugar, dan dinding-dinding yang dihiasi dengan mural khas Jogjakarta.


Harga tiket masuk Tamansari (update tahun 2017)
Tamansari dibuka untuk wisatawan umum mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00. Lebih baik datang pagi untuk menikmati segala spot tanpa penuh riuh pengunjung, dan tentunya tidak terlalu panas.

Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal Rp 5000,- sedangkan untuk wisatawan asing Rp 12.000,-. Jika ingin mengetahui sejarah lebih lengkap mengenai Tamansari, dapat menggunakan pemandu wisata di area Tamansari dengan tarif Rp 25.000,- s.d Rp. 30.000,-.
Tips jalan ke Tamansari

Sebelum memutuskan untuk berkunjung, beberapa tips berikut dari saya semoga membantu kalian untuk menikmati Tamansari dengan nyaman.
  • Berangkat lebih pagi karena tempat ini ditutup jam 2 siang, bila perlu datang sebelum tempat ini dibuka, karena pasti sudah banyak yang antri juga.
  • Jangan lupa untuk bawa powerbank, agar tidak sampai kehilangan kesempatan foto hanya karena HP lowbatt.
  • Jangan datang di hari libur, karena apa? sudah pasti padat sekali dan kalian tidak akan bisa menikmatinya dengan damai.
  • Pastikan simpan tiketnya sebelum kalian benar-benar pulang, karena apa? akan ada beberapa spot yang diminta lagi untuk menunjukan tiket.
  • Bawa air minum dan perbekalan yang cukup, karena apa? tempat ini luas dan kita harus jalan kaki, bahkan banyak anak tangga yang harus kita tanjaki, sangat menguras tenaga.
  • Pakai kacamata, sunblock, dan senjata terampuh menurut kalian untuk menghalau panas dari teriknya matahari.
  • Tidak perlu menggunakan guide, lebih nyaman kita telusuri sendiri setiap sudutnya. Tapi jika penasaran dengan cerita sejarahnya, pastikan memilih pemandu yang sudah berlisensi, agar informasi yang didapat akurat dan tidak sia-sia.

Catatan di atas berdasarkan info terakhir melakukan perjalanan di tahun 2017. Semoga bisa menjadi informasi menarik bagi kalian yang sedang merencanakan untuk menghabiskan waktu liburannya di Jogjakarta. 💗



#TantanganPekanVI
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#ODOPBatch7

12 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.