Bagaimana Menghadapi Bayi Kolik? Tetap Tenang dengan Probiotik!

 Kembali lagi mempunyai bayi, ternyata jadi hal baru lagi. Meski sudah melewati pada anak pertama, di anak kedua ini, aku juga mulai belajar lagi. Terutama menangani masalah kesehatan yang muncul pada bayi. Salah satunya tentang kolik. Siapa yang tega melihat bayi rewel karena kolik?


Saat anak pertama, hampir setiap sore si kecil mengalami kolik. Menangis lama dan sungguh sulit ditenangkan. Begitu juga pada anak kedua. Namun, karena di anak kedua ini sudah lebih mengerti tentang kolik, jadi tidak terlalu kaget saat menghadapinya. Meski tetap saja kewalahan. Nah, saat di anak pertama dulu, akhirnya aku bawa si kecil ke dokter spesialis anak. Treatment yang diberikan adalah pemberian probiotik.


hadapi bayi kolik


Begitu di anak kedua ini mengalami hal yang sama. Aku mencoba rutin untuk memberinya probiotik. Memang terbukti sangat membantu. Jadi, apa sebenarnya kolik itu? Bagaimana cara menanganinya?


Tentang Kolik Pada Bayi

Perkembangan bayi sejak baru lahir memang menjadi perhatian khusus bagi orang tua. Bahkan tidak jarang beberapa kondisi membuat orang tua khawatir. Seperti terjadinya kolik pada bayi. Kolik sendiri biasa terjadi pada bayi berusia 2 minggu sampai 4 bulan.


Kolik memang tidak dialami oleh semua bayi. Menurut American Academy of Pediatrics and Systematic review yang terpublikasi, bahwa 25-28% dari bayi mengalami kolik. Jika dipresentasikan 1 dari 4 bayi baru lahir beresiko terkena kolik. Jadi, sebagai orang tua kita tetap perlu mengetahui ciri bayi mengalami kolik, minimal kita bisa mengantisipasinya.


Kolik pada bayi adalah keadaan dimana bayi terlihat rewel, menangis berkepanjangan dan sulit dikendalikan tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini lebih sering terjadi saat sore dan malam hari, sehingga mengakibatkan kesulitan tidur dan istirahat untuk orangtua dan bayi.


Salah satu pemicu kolik adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan bayi, yang seringnya berkaitan dengan pencernaan. Salah satunya adalah ketidakseimbangan mikrobiota saluran cerna, dimana bayi penderita kolik memiliki jumlah bakteri baik yang lebih rendah dan bakteri jahat yang lebih tinggi dibandingkan bayi sehat.


Oleh karena itu, pada umumnya ketika bayi mengalami rasa yang tidak nyaman pada perutnya, si kecil akan rewel dan menangis secara intens tanpa sebab yang jelas. Meski umumnya tidak membahayakan, sebaiknya juga kita tidak menyepelekan kondisi kolik pada bayi. Sebab, ada berbagai gejala mirip kolik yang bisa menimbulkan komplikasi bila tidak segera ditangani.


Kenali Tanda Bayi Kolik

Menangis dan rewel memang perilaku yang cukup normal pada bayi. Namun, bayi yang menderita kolik adalah yang usianya kurang dari 5 bulan, dengan ciri dimana sering nangis berulang, dan nangis berkepanjangan, rewel, irritable, tanpa penyebab yang jelas dan tidak sedang sakit misal demam, ataupun batuk.


Nah, kolik ini sebetulnya merupakan gangguan interaksi otak dengan saluran cerna (Gut-Brain Axis). Untuk membedakan tangisan biasa dengan kolik, kita juga bisa mengenali tanda berikut ini:


Menangis Secara Intens dan Tidak Dapat Dihentikan

Tangisan karena kolik biasanya terdengar kesakitan dan bernada tinggi, bahkan dapat membuat wajah bayi memerah.


Waktu Menangis Dapat Diprediksi

Sering kali bayi dengan kolik menangis pada waktu yang sama, yaitu saat sore dan malam hari.


Tidak Ada Penyebab Pasti

Normalnya, tangisan pada bayi disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti lapar atau popok yang penuh. Namun, jika tangisan tersebut tidak disertai alasan yang jelas, maka menandakan bahwa bayi mengalami kolik.


Perubahan Postur Bayi

Ketika mengalami kolik, bayi juga akan menunjukkan perubahan postur tubuh, seperti kaki melingkar, tangan mengepal, dan otot perut mengencang.


Bahaya Kolik Pada Bayi yang Tidak Teratasi

Kolik pada bayi ternyata memang sulit dihentikan. Bahkan tidak terdiagnosa dan diterapi lebih lanjut. Bayi nangis menjadi stigma hal yang biasa, sebagai Ibu sebagian berfikir menangis mungkin karena lapar, atau tidak nyaman pada diapersnya, dan berfikir kolik tidak perlu mendapat terapi.


Padahal, bayi dengan kolik yang tidak didiagnosa dan diterapi ternyata memiliki dampak jangka panjang, misalnya berisiko lebih tinggi terkena ADHD atau kesulitan berkonsentrasi, nyeri pada perut, dermatitis atopik, alergi, rhinitis, maupun asma.


Hal tersebut dalam dunia kesehatan disebut sebagai gut brain axis, secara sederhana diartikan ada hubungan dua arah antara saluran pencernaan (gut) dengan otak manusia (brain).


Oleh karena itu, kita sebagai orang tua wajib mengusahakan yang terbaik untuk si Kecil. Salah satunya dengan pilihan perawatan yang bisa diusahakan.


Cara Meredakan Kolik Pada Bayi

Pilihan perawatan untuk kolik adalah pemberian obat pereda gas, bisa juga dengan probiotik untuk menjaga keseimbangan alami bakteri baik di saluran pencernaan. Sementara itu, beberapa langkah perawatan di rumah yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi kolik pada bayi, seperti:


  1. Usahakan untuk memberi ASI eksklusif.
  2. Memastikan bayi tidak dalam kondisi perut kosong terlalu lama.
  3. Mengganti popok yang sudah penuh agar tetap nyaman.
  4. Memandikan bayi dengan air hangat agar bayi merasa lebih tenang.
  5. Menepuk pelan dan mengusap punggung bayi.
  6. Mencoba berinteraksi dengan bayi.
  7. Menggendong bayi dengan posisi nyaman.
  8. Melakukan konsultasi dengan dokter anak.


Manfaat Probiotik Bagi Bayi Kolik

Kolik ini ternyata sangat multifaktor penyebabnya. Bisa terjadi karena perkembangan saluran cerna yang belum sempurna, alergi susu sapi, atau intoleransi laktosa. Tapi penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan mikrobiota saluran cerna, dimana bayi penderita kolik memiliki jumlah probiotik Lactobacillus atau bakteri baik yang lebih rendah dan bakteri jahat yang lebih tinggi dibandingkan bayi sehat.


Akibatnya perut dapat terasa kembung karena adanya gas dan atau sembelit. Makanya biasanya bayi yang menderita kolik disertai juga dengan wajah yang memerah dan kedua kakinya diangkat ke perut karena kesakitan.


Bakteri Baik/ Probiotik vs Bakteri Jahat

Jadi, dalam tubuh kita, ada bakteri jahat dan bakteri baik. Dimana, bakteri patogen/ bakteri jahat merupakan bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan usus, menghasilkan toxin/zat beracun, berisiko sebabkan efek karsinogenik dan menyebabkan sakit/gangguan saluran cerna.


Sedangkan bakteri baik atau dikenal juga dengan istilah probiotik, merupakan bakteri yang dapat memberikan manfaat kesehatan dengan cara memproduksi antibodi, meningkatkan sistem imun, melawan toxin, alergen dan mikroorganisme berbahaya, dan membantu proses pencernaan.


Nah, dalam kondisi dimana terjadi ketidak-seimbangan antara bakteri jahat dan bakteri baik atau yang dikenal dengan istilah disbiosis, ini menjadi penyebab utama kolik pada bayi.


Probiotik merupakan bakteri baik yang hidup secara alami di dalam tubuh yang bisa ditemukan pada saluran pencernaan. Probiotik memiliki berbagai manfaat di dalam tubuh, jika dikonsumsi sesuai dosis yang tepat. Selain dapat membantu proses penyerapan nutrisi dari makanan, probiotik juga mampu melawan kuman penyebab penyakit dan memperkuat sistem imun tubuh, sehingga dapat menunjang tumbuh kembang anak.


manfaat probiotic untuk kolik


Menurut WHO, manfaat probiotik ternyata berbeda-beda antara satu jenis, atau bahasa ilmiahnya strain, dengan strain lainnya. Maka dari itu, manfaat dari 1 strain probiotik tidak boleh disamaratakan dengan strain probiotik lainnya. Misalnya sama-sama lactobacillus, yang 1 lactobacillus acidophilus dan 1 lagi lactobacillus reuteri. Walaupun sama-sama lactobacillus, namun keduanya memiliki manfaat, dosis dan keamanan yang berbeda.


Manfaat Konsumsi Probiotik untuk Bayi Kolik

Salah satu probiotik yang banyak sekali direkomendasikan dan sudah saya coba, adalah Interlac. INTERLAC® merupakan suplemen probiotik hasil kerjasama PT. Interbat dengan BioGaia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics, salah satu perusahaan probiotik terbesar di Dunia.


Produk probiotik Interlac menggunakan strain-strain Lactobacillus reuteri yang dipatenkan dan sudah teruji klinis, serta telah memenuhi semua syarat probiotik dari WHO. Sampai Desember 2022, strain Lactobacillus reuteri yang digunakan INTERLAC® sudah didukung 258 uji klinis pada lebih dari 21.000 partisipan, dan merupakan strain probiotik berpaten dengan uji klinis terbanyak di dunia.


Lactobacillus reuteri di INTERLAC® sudah teruji klinis untuk bayi baru lahir, balita, anak-anak, dewasa dan bahkan pada ibu hamil dan bayi prematur.


INTERLAC® dengan kandungan Lactobacillus reuteri DSM 17938 adalah satu-satunya solusi yang teruji klinis dan direkomendasi sebagai terapi dan pencegahan kolik dengan efikasi dan keamanan yang terbukti.


Interlac, Pilihan Probiotik untuk Bayi Kolik

Pada masalah kolik, penggunaan INTERLAC® selama 3 bulan pertama kelahiran terbukti efektif dan aman untuk pencegahan kolik. Dari uji klinis juga dinyatakan waktu menangis bayi bisa berkurang 74% setelah 1 minggu pemakaian Interlac dan hasilnya mulai nampak dari mulai 1 hari pemakaian. Serta tingkat keberhasilan penurunan durasi menangis bayi yang diterapi dengan Interlac mencapai 95%.


Kandungan bakteri baiknya yang sudah teruji, sehingga pemberian Interlac selama 1 minggu saja sudah dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dan mengurangi bakteri jahat/patogen di saluran cerna. Berdasarkan study yang dilakukan, Interlac dapat mengurangi jumlah bakteri jahat E.Coli dalam pup si kecil yang membahayakan.


Selain itu, Interlac juga dapat mengurangi gas dan meningkatkan pola gerakan usus. Maka pemberian asupan probiotik sejak dini menjadi langkah penting dalam memelihara kesehatan bayi. Agar si kecil juga lebih tenang dan nyaman.


Bayi Tenang, Orang Tua pun Senang

Seiring dengan kesehatan dan pertumbuhan si Kecil yang baik, tentu saja mempengaruhi kondisi orang tua yang tidak kalah penting. Kualitas hidupnya jadi lebih meningkat seiring dengan berkurangnya kolik pada si kecil. Orang tua lebih tenang beristirahat, karena si bayi sudah berkurang begadangnya.


Selain itu, bayi kolik juga dapat mempengaruhi kondisi ibu yang menyusuinya. Ibu akan merasa stress karena si bayi terus menangis meski sudah disusui. Dan kondisi itu dapat berpengaruh pada supply ASI. Nah, dengan pemberian Interlac yang dapat menurunkan tangisan bayi, ASI ibu bisa lancar, karena ibu lebih tenang.


Baca juga:

Memilih Suplemen Probiotik Terbaik

Probiotik Menjaga Kesehatan Anak


interlac probiotic


Kesimpulan, Penggunaan Interlac Mampu Mengatasi Bayi Kolik

Mudahnya cara konsumsi Interlac ini juga membantu para mom untuk memberikannya pada si Kecil. Hanya dengan 5 tetes 1x perhari, dimana dapat diteteskan pada sendok, kemudian disuapkan pada si Kecil. Interlac juga aman dan dapat digunakan setiap hari. Satu botol Interlac akan habis dalam 25 hari jika rutin diberikan.


Selain itu, rasanya juga netral/plain, sehingga cocok dan aman digunakan mulai dari bayi baru lahir. Interlac mendukung terbentuknya generasi emas, dimana Golden period of intervention itu dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan yang menentukan kesehatan dan perkembangan otak anak di masa mendatang.


Maka tidak hanya nutrisi yang diperhatikan tapi juga suplementasi bakteri baiknya memiliki peranan yang sama pentingnya. INTERLAC® adalah solusi yang efektif, aman dan teruji klinis untuk kita & keluarga. Pemberian asupan probiotik sejak dini menjadi langkah penting dalam memelihara kesehatan bayi.


Produk INTERLAC® juga tersedia dalam beberapa varian, mulai dari drops, sachet, tablet kunyah hingga tablet hisap. Dapat dikonsumsi mulai dari bayi baru lahir sampai dewasa dan orang tua.


INTERLAC® ini merupakan suplemen kesehatan yang dapat dibeli tanpa resep Dokter. Kalian bisa mendapatkannya secara offline di baby shop, apotek, maupun modern outlet (guardian, watsons, boots, supermarket, dll) serta secara online di Interbat Official Shop e-commerce kesayangan.


Yuk, pelihara kesehatan si kecil demi tumbuh kembangnya yang optimal. Dengan memberikan nutrisi terbaik serta asupan suplemen tambahan yang terpercaya, si kecil dan keluarga tetap sehat dan bahagia.

23 komentar:

  1. Paling panik kalo bayi kolik. Digendong nangis. Ditaruh nangis. Kudu sabar emang. Ternyata bisa diredakan pakai probiotik ya. Kudu nyetok di rumah nih.

    BalasHapus
  2. Orang tua tidak boleh mengabaikan kolik ya, karena ternyata memiliki dampak jangka panjang, seperti berisiko terkena ADHD atau kesulitan berkonsentrasi, nyeri pada perut, dermatitis atopik, alergi, rhinitis, maupun asma.
    Sebaiknya sedia probiotik seperti Interlac untuk menangani kolik, ya

    BalasHapus
  3. kalau pencernaan baby sehat maka si kolik ini bisa dihempaskan ya kak. Oleh karenanya asupan yang mengandung probiotik perlu terus dilengkapi

    BalasHapus
  4. Ya Allah baru tahu soal kolik ini. Terima kasih ya Mbak, saya jadi ikut punya bekal untuk menghadapi masalag jika anak kena kolik. Jadi nanti tidak langsung panik misal mengalami.

    BalasHapus
  5. Probiotik tak hanya melindungi kesehatan caluran cerna ya
    Tetapi juga bisa membantu meredakan kolik pada bayi ya mbak

    BalasHapus
  6. Oh ternyata saat bayi kolik juga bisa ya cara mengatasinya dengan memakai probiotik. Biasanya cuman aku tenangin sih sama aku gendong aja

    BalasHapus
  7. Aku pernah punya pengalaman bayi kembung sih. Dari penjelasannya sih beda sama kolik ya. Kalo bayi sakit nangis itu emang bikin pusing orang tuanya. Untung ada probiotik interlac skrng buat mengatasi kolik.

    BalasHapus
  8. Kalau bayi kolik kan rewel terus ya, Mbak. Kalau orang tua yang ga paham, bingung juga cara mengatasinya. berbeda kalau anak sudah bisa bicara, tinggal ditanya apa sebabnya. Alhamdulillah dengan probiotik, kolik pada bayi bisa diatasi.

    BalasHapus
  9. Duh iya lagiii jadi keinget masa-masa pas anakku sering kolik dulu pas bayi kak.. trus dikasih probiotik rutin jadi ngga pernah kolik lagi, alhamdulillah bersyukur banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makin yakin saya kalah probiotik bisa membantu mengatasi kolik pada anak. Karena banyak yang membuktikannya.

      Hapus
  10. Relate banget mbaa... Di anak kedua ini juga aku merasa apa yang aku lakukan ketika kakaknya bayi dulu juga lupa semua hehehe...

    BalasHapus
  11. Jadi ketika anak nangis lama banget, dan sulit ditenamgkan itu namanya Kolik ya, Kak. Punya anak sampai 3, baru sekarang tahu istilah itu.

    Btw, meskipun sudah punya anak lebih dari satu, tetap saja seperti orang tua baru. Apalagi kondisi anak berbeda dengana anak yang sebelumnya ya, Kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini memang karena setiap anak berbeda ya, Mas. Jadi orang tua harus tanggap juga pada setiap anak. Apalagi bayi kan, bisanya hanya menangis saja yang terkadang membuat orang tua bingung.

      Hapus
  12. jadi ingat waktu nak bungsu bayi juga pernah ngalamin kolik cukup parah. udha ke dokter tapi katanya gpp nanti juga hilang. sayangnya belum kenal (atau udah ada belum ya) INTERLAC® waktu anak saya bayi 7 tahun silam

    BalasHapus
  13. Baru tahuu ada probiotik buat bayi... kirain buat anak2 minimal 2 tahun..bagus ya? Saya belum pernah cobakan ke anak bayi saya..anak sy sudah 2 th juga hehee

    BalasHapus
  14. Bagi bayi, Probiotik bisa dibantu melalui Produk INTERLAC® ini yaa..untuk menghindari kolik yang menyiksa. Bayi nyaman, ibu juga tenang.

    BalasHapus
  15. Aku punya pengalaman anakku kena kolik dan itu serius bikin stress karena kan bingung ya, ini bayi nangis terus. Kasian gitu. Sampai akhirnya tau kalo kolik bisa dicegah dengan jaga saluran cerna, nah dari situ mulai aware deh sama saluran cerna si bayi

    BalasHapus
  16. Kolik ini akan berbahaya ya jika didiamkan saja. Kasian juga si dede bayinya. Pemberian ASI ekslusif ini cukup penting ya bagi bayi. Termasuk berguna untuk mengatasi kolik.

    Artikel yang sangat bermanfaat sekali. Jadi tau tentang penyakit kolik dan termasuk pencegahannya bisa dengan rutin mengonsumsi probiotik Interlac.

    BalasHapus
  17. Pasti setiap anak ada kisahnya sendiri yaa.. meski anak ke berapapun. Dan kalau Uda nangis, memang kudu cepat tanggal dicari solusinya. Bisa jadi kolik dan paling bijak sedia Produk INTERLAC dengan kandungan probiotics yang baik untuk bayi.

    BalasHapus
  18. Kalau bayi kplik gak usah panik ya. Yang penting cepat diatasi. Juga dicegah dengan pemberian probiotik. Bayi jadi sehat lagi deeh.

    BalasHapus
  19. Sedia probiotik di rumah menjadi pilihan saya juga. Sewaktu waktu anak kena kolik, atau hal lainnya yang menganggu kesehatan dan istirahat nya, bisa langsung diberikan sebagai pertolongan pertama ya

    BalasHapus
  20. Waaah jadi istilah kalau bayi terlihat rewel, menangis berkepanjangan dan sulit dikendalikan tanpa sebab yang jelas itu dinamakan kolik ya kak. Ilmu baru nih. Dan biasanya penyebabnya karena masalah pencernaan ya. Bisa diatasi dengan pemberian probiotik kayak Interlac ini

    BalasHapus
  21. Hadeww emang PR kalau punya bayi trs rewel...karena hanya bisa nangis kalau gak nyaman.
    Interlac ini bagus yaa buat bayi yg lagi kolik..

    BalasHapus

Terima kasih sudah membacanya sampai selesai, semoga bermanfaat :) Please jangan tinggalkan link hidup dalam kolom komentar!

comment

Diberdayakan oleh Blogger.