Bayiku Suka di Air

"Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah." (H.R. Shahih Bukhari dan Muslim).

Selama aku mengenal anakku sampai lebih dari satu setengah tahun ini, dia sangat mencintai air. Apa yang membuatnya menangis tak terhentikan, hanya air yang bisa menghentikannya. Dan itu membuatku merasa damai mengenalkannya lebih jauh pada air. Agar membuatnya lebih merasa nyaman dan aman untuk bermain dengan air, aku bawa dia masuk lebih jauh ke dalam air. Dan menariknya, dia teramat happy! Oh Tuhan, selamat yaaa anakku cocok hidup di air, hehe..

Awalnya, kami (aku dan suami) mengajaknya berenang di kolam renang kotak kaca yang terbatas ruang geraknya dengan menggunakan pelampung di lehernya, membuatnya terlihat tidak nyaman, hingga akhirnya dia menangis histeris. Setelah itu kami benar-benar tidak lagi berniat untuk membawanya berenang dengan cara seperti itu. Sampai ada kesempatan kami untuk berkunjung ke suatu tempat yang terdapat kolam renang yang kami rasa aman untuk bayi. kami kenalkan dia dengan kumpulan air di kolam itu. Reaksinya sungguh menyenangkan kami, dia amat tertarik dan happy dengan air.

foto 1; ekspresinya saat pertama kali berkenalan dengan air di kolam besar (doc. pribadi)

Perlahan kami terus konsisten untuk mengenalkan dia dengan air. Harapan kami agar nanti dia tidak trauma dengan air, karena jujur aku sebagai Ibunya pernah merasa trauma dengan air saat di bangku sekolah dasar dulu. Selanjutnya, aku mulai mencari info tentang club renang bayi/ anak. Ternyata sudah banyak club renang yang membuka kelas untuk bayi, gemes kan melihat bayi-bayi lucu bermain-main air, hehe..

Salah satunya yang akhirnya kami ikuti adalah SplishSplash #BabySwimmingClub. Tujuan kelas berenang bayi ini sebenarnya lebih untuk mengenalkan bayi dengan air agar minim trauma dan mengajarkan orang tuanya bagaimana mendampingi bayi berenang dengan aman. Kelas renang ini bisa diikuti oleh bayi dari usia enam bulan sampai dengan anak usia empat tahun. Dan ternyata memang prosesnya semakin dini bayi dikenalkan dengan aktivitas berenang ini, perkembangannya akan lebih baik. Seru bisa ikut setiap kelasnya karena kita bukan hanya diajarkan untuk berani berenang tapi juga membangun kepercayaan antara orang tua dan anak.

Kelas berenang dengan SplishSplash yang diikuti adalah setiap hari Sabtu pukul setengah delapan pagi. Kondisi kolam indoor dengan air yang teramat dingin. Tapi dia sangat menikmati meski sampai menggigil kedinginan kalau tidak dibawa bergerak. Di kelas perkenalan pertama, dia sangat antusias mengikuti semua gerakan dan aktivitas yang diarahkan oleh pelatihnya. Perkembangannya sangat baik, dan yang saya lihat dia memang merasa nyaman dengan air. Sampai di kelas terakhirnya setelah delapan kali pertemuan, dia semakin berani untuk mengeksplor segala aktivitas yang dilakukan di dalam air tanpa rasa ragu dan takut.

foto 2; aktivitas kelas berenang dengan SplishSplash (doc. pribadi)

foto 3; aktivitas kelas berenang dengan SplishSplash (doc. pribadi)

foto 4; di pertemuan ketujuhnya, dia akhirnya berani untuk menyelam ๐Ÿ˜˜ (doc. SplishSplash)

foto 5; dia bisa diajak menyelam bareng sama Ayah ๐Ÿ˜Š (doc. SplishSplash)

Sekarang semakin menyenangkan ngajak dia berenang, karena sudah mulai percaya diri dengan air. Sudah mulai berani berinteraksi dengan air.

foto 6; dia sudah berani sendiri di kolam renang anak ๐Ÿ˜Š (doc. pribadi)

Ternyata, ini beberapa manfaat berenang untuk bayi/ anak: (sumber SplishSplash)
1. Berenang di air dingin dapat meningkatkan hemoglobin di dalam darah
2. Berenang dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada anak sebanyak 20 kali
3. Penelitian di Australia menyebutkan, bahwa anak-anak yang diajarkan berenang di awal kehidupannya akan memiliki IQ yang lebih tinggi
4. Berenang dapat merangsang nafsu makan bayi dan meningkatkan pola tidur bayi jadi lebih teratur
5. Melatih keseimbangan bayi
dsb.

Nah pastikan kalau kegiatan berenang ini memang membuat bayi kita happy, jangan pernah memaksakan keadaan bayi. ๐Ÿ’“

#BabySwimming
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#ODOPBatch7




25 komentar:

  1. Untung nggak suka di gunung bayiknya ka๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya jg yah lebih repot kalo tiap weekend kudu naik gunung wkwk

      Hapus
  2. Hampir semua anak kecil suka dengan air ya kak ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya begiut, tp ada jg sih yang takut di air hehe.. mungkin pas lg g mood jg kali yah hihii

      Hapus
  3. Contoh orangtua yang hebat nih, patut ditiru, hehehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah makasih lhooo.. tp yg penting jd orang tua yg bahagia biar anak jg bahagia, hehe.. msh terus belajar jd orang tua :)

      Hapus
  4. Ilmunya jadi bisa buat bekal nih.. :D.. sering-sering nulis tentang parenting ya kak... baguus

    BalasHapus
  5. Wah, dedeknya lucu. Aku aja belum bisa berenang :D

    Nice post, kak. Nanti bisa aku terapkan kalau udah punya baby :)

    BalasHapus
  6. Terimakasib ilmunya...
    Fokus ke foto nya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihii terima kasih ya sudah meluangkan waktu menikmati fotonya hehe

      Hapus
  7. Membaca tulisan ini jadi keinget Ibu, kalau saja ibu ku bisa menulis seperti ini, maka mungkin aku bisa dengan mudah mengetahui perasaannya.

    Mantap..
    Tulisannya membuat saya tersentuh..
    Tetal semangat menulisnya.. ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah saya jg jd tersentuh membaca komennya hehe.. yg pasti perasaan semua ibu itu sama, sayaaaaang banget sama anak-anaknya hihiii..

      semangat menulis!!

      Hapus
  8. Wuih dedek nya lucu ngegemesin pas waktu nyelam di kolam renang kk

    BalasHapus
  9. Ini sih bagus rinciannya, keliatan kalo mbanya sering nulis hehe:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe terima kasih, alhamdulillah saya msh belajar menulis terus karena saya suka ;)

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.