GOTONG ROYONG JAGA HUTAN DENGAN ADOPSI HUTAN

Gotong royong jaga hutan dengan adopsi hutan. - Hutan di Indonesia termasuk jenis hutan hujan tropis, yang terbayang di pikiranku adalah hutan dengan pepohonan tinggi dan dedaunan hijau yang lebat. Padahal hutan di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari hutan primer sampai hutan mangroove.


ADOPSI HUTAN


Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini tedapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting.” - Wikipedia -


Keindahan hutan Indonesia ini tentu menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya. Namun bagai dua sisi mata pisau. Satu sisi kekayaan tentu akan menyejahterakan masyarakat melalui potensi ekonomi yang disimpan, namun di sisi lain tentu dapat menjadi ancaman, bahkan bagi semua aspek, jika tidak dikelola dengan optimal.

Selain pohon-pohon tinggi besar yang hijau, didalam hutan Indonesia juga terdapat bermacam flora dan fauna yang bahkan beberapa merupakan jenis endemik yang hanya ditemukan di Indonesia.

Hutan-hutan luas di Indonesia masih dapat dijumpai di Kalimantan, Sumatra, Papua atau Sulawesi. Sedangkan di Pulau Jawa, komposisi luas hutan sudah mulai mengalami penurunan akibat deforestasi. Deforestasi merupakan proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan. Dapat juga dikarenakan kebakaran hutan, baik yang terjadi secara alami atau disengaja.

Meski berdasarkan data Sistem Pemantauan Hutan Nasional (SIMONTANA) yang dirilis pada awal 2019, laju deforestasi terus menurun selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, namun menurut Organisation for Economic and Cooperation Development (OECD), terungkap bahwa laju deforestasi di Indonesia masih tergolong tinggi dibanding negara lain. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), hasil pemantauan hutan Indonesia tahun 2019, menunjukkan bahwa luas lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 94,1 juta ha atau 50,1 dari total daratan.

OECD juga mencatat jika ekspansi kebun agrikultur dan tanaman kayu (baik yang legal maupun tidak) selama ini merupakan sumber dari kehilangan habitat. Alih guna lahan dan perubahannya sudah menyumbang separuh dari total emisi gas rumah kaca. Belum lagi pengeringan dan pembakaran lahan gambut yang kaya karbon, ini menjadi pendorong utama masalah hutan. Jika deforestasi terus berlangsung, maka diperkirakan sekitar 9 persen spesies burung, 27 persen mamalia, dan 3 persen reptil terancam punah.

ADOPSI HUTAN

HUTAN KITA WAJIB LESTARI!

Mengapa?

1.  Setiap pohon besar akan mampu memproduksi 4580 oksigen/tahun. Kebutuhan oksigen satu orang adalah 600 liter/hari atau setara dengan 864 gram per hari (0,864 kilogram per hari) yang berarti sekitar 317 kg/tahun. Jadi jika satu rumah saja dihuni oleh 4 orang, maka dibutuhkan sekitar 1265 kg oksigen per tahunnya. Bayangkan kalau kita kehilangan satu pohon saja?

2. Setiap jam, 1 hektare daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang dihembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama.

3. Setiap pohon mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 unit ac yang dioperasikan selama 20 jam terus menerus setiap harinya.

4. Setiap hektar hutan dapat menetralisir CO2 yang diakibatkan oleh 20 kendaraan.

Sayangnya, saat ini kita sedang menyaksikan berkurangnya jumlah hutan yang disebabkan oleh deforestasi hutan. Penyebabnya mulai dari maraknya perkebunan sawit dan kegiatan pertanian lainnya, konversi untuk hutan produksi, kegiatan transmigrasi, pertambangan, juga pembangunan infrastruktur.

Sebagai generasi penerus bangsa, aku sadar kalau seharusnya pertumbuhan satu negara tidak boleh sampai merusak alam, yang mana merupakan kekayaan yang tidak dapat diperbaharui. dengan rusaknya hutan dan alam Indonesia, tentunya juga akan merusak kehidupan hampir semua makhluk hidup yang tinggal di sana.

Berbagai upaya terus dilakukan baik oleh pemerintah atau pihak-pihak yang peduli dengan hutan. Seperti salah satunya dengan menetapkan Hari Hutan Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2020, dan dapat terus diperingati setiap tahun nantinya.

HARI HUTAN INDONESIA

Sejak tahun 2017 gerakan “Hutan Itu Indonesia” telah membuat petisi untuk menetapkan tanggal 7 Agustus sebagai Hari Hutan Indonesia melalui laman www.change.org. Petisi ini telah ditandatangi oleh hampir 1,5 juta orang.

ADOPSI HUTAN

Akhirnya, Hari Hutan di Indonesia ditetapkan pada tanggal 7 Agustus 2020. Mengapa harus ada Hari Hutan di Indonesia? Tentunya agar ada satu hari dimana semua tujuan hanya tertuju pada Hutan Indonesia, Hutan kebanggaan kita.

Sedangkan tanggal 7 Agustus dipilih karena pada tanggal tersebut Presiden Joko Widodo menandatangani Inpres Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyermpurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut. Tanggal ini dipilih karena berdekatan dengan Hari Masyarakat Adat Sedunia, Hari Konservasi Alam Nasional dan Hari Orangutan Sedunia.

Hari Hutan Indonesia menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan syukur, para pengguna hutan, atas segala yang diberikan hutan bagi kehidupan: air, udara, sumber pangan, flora, fauna, penyerapan karbon, ilmu pengetahuan dan juga budaya.

Harapanku setelah adanya peringatan Hari Hutan Indonesia ini, masyarakat Indonesia akan semakin perhatian dengan kondisi hutan dan lingkungan sekitar. Serta adanya upaya bergotong royong untuk melakukan perubahan dalam menjaga hutan kita.

YUK, JAGA HUTAN KITA!

Hutan hujan tropis yang kita miliki memiliki peran yang sangat penting. Mulai dari fungsi perairan seperti regulasi hidrologi alami pencegah banjir dan sumber air bersih. Fungsi menjaga udara yang sehat untuk dikonsumsi penduduk bumi, sebagai penambat karbon alami dalam mitigasi perubahan iklim. Serta fungsi perekonomian bagi manusia.

ADOPSI HUTAN

Oleh karenanya, Yuk, kita Jaga Hutan bersama dengan langkah sederhana yang dapat dilakukan:

👉 Ubah Pola Konsumsi

Tidak hanya soal konsumsi makanan, namun apapun yang terkait dengan kegiatan sehari-hari seperti penggunaan plastik, pakaian, kertas, tissue, dan produk olahan kayu. Kini penggunaan plastik sudah mulai banyak dikurangi, setelah adanya campaign tentang zero plastik. Hampir semua pusat perbelanjaan kini sudah tidak menyediakan plastik.

Pakaian bekas juga sudah tidak boleh lagi dibuang sembarangan. Jika masih layak pakai, alangkah baiknya disumbangkan, atau didaur ulang menjadi fungsi lain, tas misalnya.

Penggunaan kertas pun sudah banyak berkurang, apalagi kini sistem kerja dan pembelajaran juga banyak beralih ke digital. Kemudian mengganti tissue dengan kain tangan/ sapu tangan.

👉 Mulai Menanam dan Pelihara Pohon di Rumah

Pasti pernah kan melewati jalanan yang banyak pohonnya? Rasanya akan lebih sejuk. Pohon-pohon itu dapat menghisap racun udara dan melepaskan udara yang segar.

Jadi, sepenting itulah pohon, oleh karenanya kita dapat turut menanam pohon di sekitar rumah. Hal inipun sudah aku lakukan, menanam pohon buah berbatang besar di halaman rumah dan beberapa tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Selain membuat sejuk, tentunya berpengaruh pada nilai ekonomis.

👉 Turut Merawat Hutan

Wisata hutan kini sudah banyak dibuka dan dapat diakses dengan mudah dan aman sebagai pengenalan dan pembelajaran tentang hutan. Nah, saat mengunjungi wisata hutan, ikutlah merawat hutan dengan tidak merusak tanaman yang ada di kawasan hutan, tidak membuang sampah sembarangan dan jangan pernah menyalakan api atau membakar apapun di dalam ataupun sekitar hutan, apalagi menangkap hewan secara liar.

Bergabung dengan Komunitas Pelestarian Hutan seperti “Hutan Itu Indonesia” dan komunitas-komunitas lain yang searah juga menjadi salah satu gerakan turut menjaga hutan. Selain mendapatkan ilmu tentu akan ada aksi nyata dari setiap komunitas untuk mewujudkan pelestarian hutan yang berkelanjutan.

Nah, bentuk aksi nyata yang baru-baru ini sedang dikampanyekan untuk turut menjaga hutan adalah dengan Adopsi Hutan.

ADOPSI HUTAN

ADOPSI HUTAN

Adopsi hutan adalah suatu gerakan gotong royong dengan tujuan untuk menjaga hutan yang masih ada. Mulai dari pohon, hewan, flora eksotisnya, serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa pun di mana pun bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya.

Cerita dari hutan mengenai kekayaan isi dan segudang manfaatnya, sangat menarik untukku. Oleh karenanya, aku ingin turut serta dalam melestarikan dan menjaga keindahan hutan Indonesia. Nah, adopsi hutan ini memang tidak dapat kita lakukan langsung. Namun melalui tangan-tangan warga setempat yang lebih mengenal hutan dan seisinya.

CARA ADOPSI HUTAN

Lalu bagaimana dengan kita yang tinggal jauh dari hutan? Kita dapat turut berpartisipasi dengan berdonasi, untuk membiayai kegiatan menjaga hutan tersebut. Seperti patroli hutan desa/adat, modal wirausaha produksi hasil hutan non-kayu, dan klinik kesehatan warga.

ADOPSI HUTAN

Yuk, gotong royong jaga hutan dengan adopsi hutan! Aksi ini merupakan bentuk perayaan Hari Hutan Indonesia 2020 yang diperingati tanggal 7 Agustus. Tahun ini adalah tahun pertama diperingatinya Hari Hutan Indonesia. Jadi ini momentum untuk kita semua.

Link donasi bisa diakses via laman situs harihutan.id. Nanti ada menu Adopsi Hutan, dan kotak untuk berdonasi. Teman-teman bisa memilih nominal donasi dan metode pembayarannya.

Hasil dari donasi tersebut kemudian akan disalurkan kepada para pengelola adopsi hutan berikut:

1. Forum Konservasi Leuser dan Yayasan HAkA di Aceh.

2. Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI di Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu.

3. Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di Kalimantan Barat.

4. PROFAUNA Indonesia di Kalimantan Timur dan Jawa Timur.


Nah, mudahkan sebenarnya turut serta menjaga hutan kita, namun tentunya membutuhkan strategi yang tepat untuk mengimplementasi komitmen tersebut. Mulai dari pihak pemerintah dan masyarakat di sekitar hutan atau masyarakat umum lainnya, bahkan penegakan hukum yang adil.

Yuk, bersama gotong royong jaga hutan dengan adopsi hutan. Agar kita terus dapat menikmati segudang manfaat hutan bagi bumi dan generasi selanjutnya. Selamat Hari Hutan Indonesia!

 


REFERENSI

- https://media.neliti.com/media/publications/138665-ID-none.pdf

- Website Hutan Itu Indonesia

- Website Hari Hutan

- https://www.change.org/p/joko-widodo-tetapkan-hari-hutan-indonesia-untuk-rayakan-pentingnya-hutan-indonesia

- https://id.wikipedia.org/wiki/Pengawahutanan

 

 

#HariHutanIndonesia

#HutanKitaJuara

#AdopsiHutan

#HIIXBPN

#BlogCompetitionSeries

14 komentar:

  1. Sedih banget ketika tahu laju deforestasi Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Sudah saatnya kita lebih peduli ya, atau kita akan kehilangan beragam jenis spesies hewan dan tumbuhan. Semoga pelaku ilegal logging dan pembalakan liar bisa dihukum hingga jera.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, padahal hutan banyak bgt manfaatnya buat bumi dan kehidupan manusia ya :)

      Hapus
  2. wah keren nih campaignnya, adopsi hutan. Karena tinggal di jakarta yang hampir tidak ada hutan, maka keberadaannya kadang terlupakan. Padahal manfaatnya cukup besar ya kak !

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, jadi meski kita tidak bisa berhadapan langsung dengan hutan, tetap bisa berkontribusi menjaga hutan lewat adopsi hutan ini :)

      Hapus
  3. Kita ini luas hutannya tapi luas juga kerusakannya ya. Padahal hutan paru paru dunia. G kebayang kalau hutan hilang, mau bagaimana hidup ini
    Yuk bantu lestarikan hutan dengan menyisihkan donasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul teh, padahal kalo dijaga juga gak ada ruginya ya buat kita :) semoga manusia segera sadar :)

      Hapus
  4. Setuju banget, kita bisa membantu melestarikan hutan dengan donasi adopsi hutan ya

    BalasHapus
  5. Wihh sangat positif dan yang pasti bawa pengaruh baik banget buat hutan ya kak

    BalasHapus
  6. aku bangga banget deh tinggal di Indonesia karena hutan kita itu termasuk paru-paru dunia kan, jadi sudah seharusnya sih kita jaga baik2 demi keseimbangan alam

    BalasHapus
  7. Deforestasi adalah salah satu penyebab pemanasan global. Huhuhu. Sedih kalau ada flora dan fauna yang punah. Karena sebagai bagian dari rantai makanan, punahnya 1 aja binatang bisa menjadi ancaman untuk kelangsungan hidup manusia. Jadi kita emang wajib banget menjaga hutan.

    BalasHapus
  8. Memang sudah seharusnya kita ikut menjaga kelestarian hutan, ternyata sekarang ada cara yang paling mudah ya untuk ikut andil dalam menjaga hutan Indonesia.

    BalasHapus
  9. Keren banget ya program HUT Hutan Indonesia kemaren. Salah satunya ini, Adopsi Hutan. Bikin siapa pun bisa menjaga hutan agar sealu lestari keberadaannya. Bahkan hingga ke para penjaganya. Semoga program ini banyak yang mendukung ya.

    BalasHapus
  10. Sepertinya cara2 kita utk mengubah gaya hidup seperti menanam hijau2 di rumah dll itu kecil kontribusinya ya mba, tapi bayangkan kalau semua org melakukannya pasti dampaknya besar. Semoga hutan kita tetap lestari dan bisa dinikmati sama anak cucu kita kelak aamiin.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.