Kenali Lebih Dekat Vaksin Sinochem untuk Hindari Hoaks

Kenali Lebih Dekat Vaksin Sinochem untuk Hindari Hoax - Pandemi COVID-19 yang sudah mendatangi dunia sejak awal 2020 memang sukses mengguncang kehidupan. Semua orang berusaha keras untuk tetap bertahan menghadapi masalah ini.


Sudah lebih dari 400 ribu jiwa yang positif terinfeksi dan ribuan orang meninggal dunia. Meski begitu, kabar baiknya adalah lebih dari separuh penderita positif berhasil pulih dari COVID-19.


Semua segi kehidupan terancam hancur. Mulai dari segi kesehatan dengan jatuhnya banyak korban dan kurangnya fasilitas dan tenaga medis. Sampai dengan segi ekonomi yang mulai terpuruk, baik ekonomi secara global dan ekonomi keluarga.


Banyak yang merasakan "kehilangan" di masa ini. Kalian kah salah satunya? Turut berduka ya untuk semua bentuk kehilangan, semoga lebih ikhlas melepaskan.


Selama berlangsungnya pandemi, para ilmuwan sudah memutar otak dan mencari beragam cara untuk mengalahkan virus corona. Menurut banyak ahli, kita hanya akan dapat mengakhiri pandemi ini dengan kekuatan vaksin. Lantas, bagaimana perkembangan vaksin untuk virus corona sampai saat ini?

Vaksin Corona Sinochem Sinovac

Vaksin Corona Virus

Pada 6 Desember 2020, sebanyak 1,2 juta vaksin corona produksi Sinovac, sudah tiba di Indonesia. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan Sinovac yang sudah siap pakai.


Namun, proses pemberian vaksin tetap harus melewati uji klinis fase 3 terlebih dahulu. Kenapa demikian? Yuk belajar bersama dari berbagai sumber yang saya dapatkan mengenai vaksin corona ini, agar terhindar dari hoaks.


Uji Klinis Vaksin

Uji klinis tahap ketiga merupakan uji tahap akhir yang paling penting sebelum vaksin diberikan secara luas. Tahap ini, sekaligus juga membuktikan jika vaksin untuk virus corona sudah berhasil ditemukan.


Salah satu vaksin corona yang sedang di uji klinis di Indonesia adalah vaksin Sinovac Biotechnology. Vaksin ini buatan perusahaan farmasi besar di Tiongkok, China.


Uji klinis sudah dilakukan sampai dengan tahap ketiga. Sebanyak 1.620 sukarelawan sudah diberikan dosis pertama, dan dosis kedua untuk uji klinis tahap tiga ini juga sudah diberikan untuk 1.074 sukarelawan.


Lalu, bagaimana menentukan vaksin ini berhasil secara uji klinis tahap tiga?


Menurut Food and Drug Administration (FDA), vaksin berhasil dan dianggap efektif jika mampu melindungi setidaknya 50 persen orang yang sudah divaksinasi tersebut.


Selain itu, pada tahap ketiga ini, juga dilihat apakah masih ada efek samping yang timbul dari vaksin tersebut. Jika vaksin sudah lolos sampai uji klinis ketiga, maka sudah dapat diajukan untuk digunakan dalam skala luas dengan status Emergency Use Authorization (EUA).


Sehingga, tentu saja tidak perlu khawatir untuk mendapatkan vaksin corona ini, karena sudah dipastikan aman dengan melewati tahapan uji klinis.


Lalu, vaksin jenis apa yang akan kita dapatkan? Yuk, cari tahu lagi selanjutnya.


Vaksin Sinovac vs Vaksin Sinochem

Media sudah ramai memperbincangkan vaksin corona yang sudah hadir di Indonesia. Salah satunya adalah vaksin Sinovac dari Tiongkok yang ramai disebutkan. Lalu sebenarnya, apa vaksin Sinovac ini? berikut penjelasan yang saya dapatkan dari berbagai informasi.


Sinovac ini merupakan perusahaan pembuat vaksin Sinochem. Sinovac Biotech Ltd., adalah sebuah perusahaan bioproducts yang berada di China. Perusahaan ini sudah memiliki performa yang baik sehingga berhasil mendapatkan ijin uji klinis pencegahan SARS.


Jadi, sebenarnya nama vaksin untuk virus corona dari perusahaan Sinovac adalah Sinochem. Vaksin Sinochem merupakan salah satu dari 10 vaksin yang memasuki uji klinis fase ketiga. Juga sudah mendapatkan ijin dari WHO untuk diproduksi.


Salah satu vaksin corona yang datang ke Indonesia dan sedang memasuki tahap uji klinis fase ketiga adalah Vakin Sinochem, yang diproduksi oleh perusahaan Sinovac di China.


Pandemi Berakhir Ketika Ditemukan Vaksin

Nah, kini pertanyaannya? Apakah benar pandemi ini akan berakhir jika sudah ada vaksin yang berhasil ditemukan?


Kalau menurut saya, jawabannya bisa iya, bisa tidak. Semua tetap tergantung dari pola hidup kita untuk tetap tanggap dalam menjalani protokol kesehatan.


Jadi, selama semua belum di vaksin secara merata dan menunjukan hasil yang nyata, alangkah baiknya tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Tindakan ini tentu saja bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekitar kita.


Vaksin bukanlah Obat. Vaksin merupakan suatu bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit - Wikipedia - Nah, pemberian vaksin ini dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit-penyakit tertentu.


Jadi, vaksin ini dapat dikelompokan dalam tindakan pencegahan atau preventif, seperti halnya kita menjalankan protokol kesehatan. Sehingga, Vaksin corona bukanlah obat untuk menyembuhkan orang yang sudah menderita sakit akibat virus corona.


Vaksin lebih pada memberikan kekebalan tubuh terhadap serangan virus corona. Atau mencegah terjadinya keparahan pada seseorang jika terinfeksi virus corona.


Jadi, setelah mengenali apa itu Vaksin Sinochem, semoga kita lebih bijak lagi dalam menerima informasi yang beredar ya. Jika perlu, cari informasi yang akurat di platform yang terpercaya, seperti Halodoc.


Informasi Kesehatan Terpercaya

Banyaknya informasi mengenai COVID-19, tentu dapat meresahkan masyarakat jika tidak terbukti kebenarannya. Oleh karena itu, sebagai masyarakat kekinian yang melek teknologi, mencari informasi berkualitas di media digital juga penting diperhatikan ke'akuratan'nya.


Halodoc, merupakan salah satu platform yang memfasilitasi kebutuhan terkait kesehatan. Hadir dengan aplikasi yang mudah dan gratis, yang dapat diunduh di smartphone kita. Mulai dari chat dokter, pemeriksaan di rumah sakit, pembelian obat, cek laboratorium, hingga informasi seputar kesehatan ter-update dapat diperoleh di satu aplikasi Halodoc.


Jadi, jika ingin tahu lebih lanjut mengenai informasi seputar COVID-19 dan vaksin corona, dapat bertanya langsung melalui aplikasi Halodoc. Kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu keluar rumah.


Pintar menangkap informasi juga akan mengurangi panik dalam menghadapi pandemi ini. Stay Safe!

22 komentar:

  1. Iya nih suka banyak ccerita hoax tentang vaksin yang meresahkan masyarkat.
    Semoga kita menjadi smart untuk memilah mana berita yang terpercaya soal vaksin yaa, udah lebih baik mendingan di halodoc saja informasi yang terpercaya

    BalasHapus
  2. Kita emang harus cerdas dengan pemberkasan terkait covid. Agar nggak kena hoax dan panik. Untungnya, berita terkait vaksin dan covid ini bisa kita cek kebenarannya. Aku sih, biasanya cek di halodoc atau web punya instansi pemerintah. Terima kasih sharingnya mbak 🙏

    BalasHapus
  3. Saya sudah pengin banget daftar untuk vaksin Sinovac. Sayangnya anda kendala pada usia dan penyakit komorbid seperti hipertensi dan gastrotestitinal yang menghalangi dpt suntik vaksin ini.

    BalasHapus
  4. Halodoc makin mudah dengan aplikasi ya?
    Selama ini jika punya keluhan Kesehatan saya buka web nya Halodoc
    Padahal bisa lebih practise ya?

    BalasHapus
  5. Saya scroll-scroll berharap nemu fotonya vaksin Sinochem di artikel ini :( supaya saya tahu bentuk vaksinnya kayak apa, disuntikinnya intramuscular atau subcutan, wkwkwk..

    BalasHapus
  6. Halodoc sangat lengkap sekali dengan info-info seputar kesehatan terutama covid dan vaksin.

    THe best banget lah HAlodoc ini

    BalasHapus
  7. bener mbak vaksin itu bukan obat tapi sebagai pengendali penyebaran virus ini. memang aplikasi halodoc ini jadi platform kesehatan buat update vaksin virus corona

    BalasHapus
  8. Ouw ternyata nama vaksin yang sudah dibeli oleh Indonesia ini namanya adalah Sinochem. Sementara Sinovac itu rupanya nama perusahaan yang memproduksinya. Aih banyak yang menyebutnya sebagai vaksin sinovac. Salah penggunaan nama dong ya.

    BalasHapus
  9. suka sedih saat orang lebih memilih percaya berita hoax soal vaksin dibanding mencari kebenarannya terlebih dahulu. Btw saya belum termasuk orang yang mendapat vaksin duluan kalau lihat di website nya

    BalasHapus
  10. Banyak hoax tentang vaksin, karena isu vaksin ini bukan lagi sekadar isu kesehatan, tapi dibawa ke ranah politik.

    Tantangan berat untuk pemerintah dan pihak terkait untuk terus mengedukasi masyarakat terkait vaksin ini.

    BalasHapus
  11. Jadi sinocem yang nama vaksinnya ya, sinovac perusahaannya. Wah ini wawasan bagus biar nggak salah penyebutan soal vaksin buat antisipasi virus si corona

    BalasHapus
  12. Halodoc makin memudahkan di era Pandemi seperti sekarang ya, karena memang sangat penting informasi terkait covid yang salah satunya tentang vaksin. Sodaraku yang tinggal di Kampung Nenekku udah banyak terima kabar2 yang belum jelas kebenarannya, harus dikonfirmasi dengan data yang akurat.

    BalasHapus
  13. Aku baru tau nih soal nama vaksin. Katanya ada beberapa jenis vaksin ya utk covid ini. Haduuuh ga ngerti lagi deh kyk gmn ini vaksin pemberiannya ke masyarakat.

    BalasHapus
  14. Jujur baru tahu bahwa Sinovac itu nama perusahaannya hehe aslinya nama vaksinnya Sinochem. Hihi ketauan jarang baca update vaksin nih.

    Btw sepakat, semua balik lagi ke pola hidup masing-masing :)

    BalasHapus
  15. Nah ini ada ulasan lengkap nya ya. Terimakasih. Di kampung saya beneran simpang siur soal informasi ini. Maklum masyarakatnya juga kelas menengah ke bawah, pada awam semua...
    Kalau sudah jelas begini mudah kita meluruskan yg awalnya keliru ya

    BalasHapus
  16. Semoga pandemi segera berlalu, semoga juga saya mendapatkan giliran lebih cepat untuk mendapatkan vaksin sebab untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia prediksinya membutuhkan waktu 3,5 tahun ya mbak?

    BalasHapus
  17. Aplikasi halodoc ini super lengkap dan terpercaya ya. jadi kalau mau cari informasi atau obat yang direkomendasi lebih baik langsung akses saja halodoc ini ya.

    Untuk vaksinnya sendiri, saya baru dengar mbak.Yang dipakai di Jerman, berbeda dan buatan dalam negeri.

    BalasHapus
  18. vaksin memang sudah ada, tapi untuk pemberian merata seindonesia butuh waktu sekitar 3 tahun yaa katanya. Makanya butuh banget untuk tetap menjaga kesehatan diri dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik , salah satunya bisa berkonsultasi dengan dokter lewat halodoc ya mbak

    BalasHapus
  19. Aku belum baca soal vaksin, sepertinya harus mulai baca-baca aplikasi Halodoc lagi nih

    BalasHapus
  20. Terima kasih infonya ya, saat ini masih banyak yang salah info tentang vaksin ini, bahkam malah banyak juga yang takut dan ga mau divaksin nantinya, karena mereka dapat info yang salah dan ga mau cari tau info yang lebih tepat.

    BalasHapus
  21. Thanks mba untuk sharingnya, Aku belum baca lebih jauh tentang vaksin ini. Memang harus baca dari sumber yang kredibel dan ga boleh sembarangnan share sebelum tahu kejelasannya. Supaya ga menyesatkan. Thanks again.

    BalasHapus
  22. aku deg2an juga ini mau vaksin. kepiran sebenarnya apa benar bisa tertangkal dengan vaksin ini cuma memnag mencerahkan sih. semoga kita semua sehat ya mak

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.