CHANNEL PODCAST FAVORIT - MENEMANI RAMADAN TANPA IKLAN


CHANNEL PODCAST FAVORIT - MENEMANI RAMADAN TANPA IKLAN

Ada yang cenderung lebih senang audio dibanding yang lain untuk menikmati sebuah karya? Kini, Indonesia sedang popular dengan Podcast. Sudah banyak orang Indonesia ikut meramaikan membuat content podcast yang asik, termasuk para ustadz dalam menyampaikan dakwahnya.

Podcast lahir seiring kelahiran iPod, perangkat pemutar audio dari Apple pada 2001. Podcast sebagai kependekan dari “iPod broadcasting” atau siaran dengan menggunakan iPod adalah siaran radio non-linear. Seperti mendengar siaran radio yang dapat kalian dengarkan kapanpun dan di manapun dengan pembahasan topik yang beragam. Namun menyenangkannya, podcast dapat didengarkan tanpa iklan. Di kalangan millennial Indonesia, podcast mulai populer pada tahun 2018.

CHANNEL PODCAST FAVORIT - MENEMANI RAMADAN TANPA IKLAN
sumber foto : tirto.id

Kini, kalian dapat mendengarkan podcast di banyak platform, seperti SoundCloud, Spotify, YouTube, TuneIn, dan lainnya.

Nah, ini 3 channel podcast dengan kajian yang bermanfaat, yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk menemani hari-hari puasa kalian saat #diRumahAja. 

1. Podcast Kajian Islam – Ustadz Khalid Basalamah

CHANNEL PODCAST FAVORIT - MENEMANI RAMADAN TANPA IKLAN

Ustaz Khalid Basalamah, yang menyeru pada kemurnian Al-Qur’an dan Hadist, hadir di podcast Kajian Islam.

2. Podcast Muslim

CHANNEL PODCAST FAVORIT - MENEMANI RAMADAN TANPA IKLAN

Podcast ini berisi konten kajian dari beberapa ustadz.

3. Podcast Kajian

CHANNEL PODCAST FAVORIT - MENEMANI RAMADAN TANPA IKLAN

Podcast Kajian diisi oleh Ustadz Hanan Attaki.

Syiar agama selalu adaptif dengan medium perkembangan zaman. Seperti saat ini, hadir melalui podcast, memudahkan untuk mendengar hal yang bermanfaat. Kontent yang diberikan pun lengkap dan kalian akan dimudahkan untuk mendengarkan kajian dimanapun dan kapanpun.

Manfaat dari dakwah melalui media social karena dapat menjangkau semua kalangan yang ingin belajar agama, tetapi memiliki keterbatasan waktu. Mendengarkan atau menyimak syiar agama 10-15 menit via Youtube, Facebook, atau podcast cukup memberi ilmu bagi mereka. Selanjutnya, syiar agama melalui media sosial ini membuat orang-orang berumur yang mungkin sungkan untuk mencari ilmu secara langsung, tetap dapat menyimak dari rumah saja. Terakhir, populernya belajar agama via internet terjadi karena membesarnya populasi mereka yang ingin belajar secara instan.

Penyampaian dakwah akan terus merasuk lewat teknologi-teknologi informasi masa depan. Yuk terus belajar J

 

#BPN30daysRamadhanChallenge2020


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.