Perawatan Organ Intim Wanita untuk Mengatasi Rasa Gatal

Menjaga kesehatan tubuh merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada Tuhan. Mengingat pepatah, jika sehat itu mahal, jadi lebih baik mencegah daripada mengobati. Termasuk soal perawatan organ intim wanita. Sebagai wanita, peduli terhadap kesehatan dan kebersihan area kewanitaan, harus diperhatikan dengan baik.


Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan mengandung banyak bakteri menguntungkan untuk menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat pH (tingkat keasaman) normal. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah cairan untuk menjaganya tetap bersih, sama seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut.


perawatan vagina gatal


Kenapa Vagina Terasa Gatal?

Rasa gatal sudah pasti menyebabkan rasa tidak nyaman. Apalagi di area sensitif seperti vagina. Bisa jadi rasanya sangat mengganggu. Lalu, kenapa vagina terasa gatal? Apa yang gmenyebabkan rasa gatal tersebut?


Penyebab Vagina Terasa Gatal

Ternyata, banyak penyebab yang membuat area kewanitaan kita menjadi gatal. Di bawah ini merupakan penyebab utama gatal yang berlebihan di area kewanitaan:


1. Infeksi Jamur

Adanya infeksi jamur dapat menyebabkan gatal dan iritasi parah pada pria dan wanita. Gejala yang muncul seperti keputihan yang kental dan berwarna putih, serta rasa perih saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil.


2. Menopause

Pada masa menopause, yang biasanya terjadi antara usia 45 dan 55 tahun, kadar estrogen seorang wanita mulai menurun. Penurunan hormon inilah yang dapat menyebabkan dinding vagina menjadi tipis dan kering. Kondisi tersebut bisa menyebabkan iritasi dan rasa gatal yang berlebihan.


Tapi, dari banyak sumber, memang tidak semua wanita akan mengalami gatal-gatal akibat menopause, namun banyak juga yang mengalaminya.


3. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Gatal pada vagina, ternyata juga bisa jadi tanda adanya penyakit menular seksual. Klamidia, gonore, dan trikomoniasis, semuanya dapat menyebabkan iritasi pada vagina atau vulva (bibir vagina bagian luar).


Nah, alangkah baiknya jika gatal sudah berlangsung lama dan muncul tanda-tanda yang tidak biasa, kita harus menemui dokter sesegera mungkin, karena bisa jadi kita menderita PMS.


4. Bahan atau Zat Kimia

Nah, kalau ini menjadi penyebab paling umum dari gatal pada vagina, yaitu karena bahan atau zat kimia yang mengiritasi, yang bersentuhan dengan kulit. Area kewanitaan merupakan bagian yang sangat sensitif.


Jika bahan kimia atau produk tertentu, seperti kondom, sembarang sabun atau produk wewangian yang digunakan di area kewanitaan dengan sembarangan, tentu dapat menyebabkan gatal. Selain itu, pakaian dalam juga bisa berdampak pada seberapa gatal area tersebut, gunakan yang berbahan dasar katun.


Penting untuk kita merawat area tersebut dengan lembut. Untuk membasuh area kewanitaan sehari-hari, kita bisa menggunakan pembersih khusus area kewanitaan yang sudah diformulasikan untuk penggunaan sehari hari. Tentu dengan pH yang sudah sesuai pH area kewanitaan, dan mengandung prebiotik.


Satu hal lagi yang juga penting diperhatikan, ternyata kita tidak perlu membasuh area kewanitaan secara berlebihan. Hal ini justru dapat menyebabkan kekeringan di area vagina, sehingga rasa gatal justru akan berlanjut. Gunakan 2x sehari saja saat mandi pagi dan sore hari.

kenapa vagina gatal


Apakah Gatal Pada Vagina Normal?

Gatal pada vagina ternyata cukup umum terjadi. Seringnya, hanya akibat iritasi kulit. Gatal mungkin juga bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika rasa gatal mengganggu, kita dapat menggunakan antiseptik khusus area kewanitaan dengan kandungan Povidone - Iodine 10%.


Antiseptik tersebut akan membantu mengatasi gejala iritasi ringan, gatal-gatal, & keputihan, yang disebabkan oleh kuman seperti bakteri atau jamur. Gunakan 2x sehari sampai rasa gatal menghilang atau maksimal 5 hari berturut-turut.


Perawatan Organ Intim Wanita

Gangguan apapun pada kondisi daerah V yang normal tersebut, tentu saja akan dapat menyebabkan iritasi dan infeksi pada vagina. Oleh karena itu, kita sebagai wanita, perlu mencari tahu cara untuk menjaga kesehatan vagina. Berikut ini, 3 diantaranya yang saya temukan dari laman kesehatan serta sudah saya praktikan.

merawat organ intim wanita


1. Pilih Celana Dalam dengan Bahan yang Menyerap Keringat

Pilihlah celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat. Menurut Mary Jane Minkin, M.D., seorang profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale University, bahan katun adalah bahan yang ideal untuk pakaian dalam wanita, karena katun dapat menyerap kelembapan dan memungkinkan kulit untuk bernapas.


2. Berhati-hati Saat Olahraga

Nah, ini satu hal yang tak terduga yang ternyata bisa mengganggu kesehatan area kewanitaan. Olahraga yang berlebihan, terutama yang menggunakan alat seperti pedea, bisa menyebabkan risiko mati rasa genital, rasa sakit, dan kesemutan saat melakukannya.


Bahkan sudah dibuktikan dari sebuah studi dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa mayoritas pengendara sepeda perempuan khususnya, mengalami hal-hal tersebut. Nah, kalau kalian memang suka bersepeda, khususnya dalam studio, bisa dibantu dengan menggunakan celana pendek yang empuk, untuk menjaga vagina bebas dari rasa sakit selama latihan.


3. Mencuci Vagina dengan Benar

Hindari pemakaian sabun mandi untuk dipakai di area vagina, karena dapat mempengaruhi keseimbangan yang sehat dari bakteri dan tingkat pH, yang akan menyebabkan iritasi.


Gunakan sabun khusus dengan tingkat pH yang sesuai untuk mencuci daerah V dengan lembut setiap hari. Selain itu, vagina akan membersihkan dirinya sendiri dengan menggunakan cairan vagina alami.


Menurut Dr Suzy Elneil, seorang konsultan uroginekologi di University College Hospital London, pada saat haid, kita wajib membersihkan vagina lebih dari sekali dalam sehari. Hal ini untuk membantu untuk merawat daerah V.


Ganti pembalut, tampon atau celana menstruasi secara teratur selama menstruasi. Jika tidak sedang kondisi haid, lebih baik tidak menggunakan pembalut atau panty liner untuk menyerap keputihan normal. Hal ini justru akan membuat vagina lembap dan akan memudahkan infeksi jamur.


Selain pemilihan sabun, juga berapa kali harus mencuci area V, kita juga harus memperhatikan arah atau cara mencucinya. Arah mencuci area kemaluan wanita yang benar adalah, dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan bakteri dari daerah anus, menuju ke bagian vagina.


Pengalamanku Memilih Sabun Kewanitaan

Mengingat organ intim adalah aset yang berharga untuk kita jaga. Jadi, jangan sampai sembarangan memakai produk untuk area kewanitaan. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memilih pembersih kewanitaan.


Awalnya, aku masih tabu dengan produk khusus pembersih kewanitaan. Sampai pernah mengalami keputihan dan gatal yang tidak nyaman. Sebelumnya, aku hanya membasuh dan membersihkan area kewanitaan dengan body wash.


Pada akhirnya, aku pergi ke dokter spesialis untuk menanyakan hal tersebut, karena dirasa sudah mengganggu. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Ternyata, menggunakan body wash untuk area kewanitaan, bisa membuatnya kering. Atau bisa jadi, jika kulit kita sensitif, sabun tersebut bisa mengiritasi.


memilih sabun kewanitaan


Jadi saran dokter saat itu adalah, sebaiknya area kewanitaan dibersihkan dengan produk yang lembut. Perlu pembersih khusus yang bisa menjaga kondisi vagina tetap sehat. Ini pengalamanku dalam memilih sabun kewanitaan.


1. Carilah Produk dengan Bahan Alami dan Aman

Jadi, hal pertama yang selalu aku perhatikan adalah komposisi bahan produk. Sebisa mungkin, aku selalu memilih produk yang mengandung bahan-bahan alami. Tentunya yang sudah teruji klinis berkhasiat membersihkan dan merawat area kewanitaan.


Seperti daun sirih sebagai antiseptik, manjakani untuk mengatasi keputihan, hingga Aloe vera dan chamomile untuk menjaga kelembapan kulit. 


Selain itu, aku juga memperhatikan beberapa hal seperti pada pedoman praktik klinis, untuk menggunakan produk yang memiliki kriteria berikut ini.


  • Sebaiknya pilih bahan pembersih yang hypoallergenic
  • Memiliki pH yang sama dengan pH organ intim kewanitaan (3,5–4,5)
  • Produk memiliki formulasi yang ringan dan lembut
  • Kandungannya tidak memengaruhi flora normal (mikrobiota vagina) dan pH di vulvovagina


2. Cek Komposisinya

Salain mengecek kandungan alami dalam suatu produk, selanjutnya aku juga mengecek komposisinya. Sabun kewanitaan yang bagus ternyata harus mengandung satu atau dua dari bahan ini, yaitu prebiotik dan lactic acid.


Prebiotik akan merangsang pertumbuhan flora normal vagina. Prebiotik merupakan makanan bagi peningkatan kualitas dan pertumbuhan bakteri baik (probiotik) di area kewanitaan. Prebiotik inilah yang menjaga pH balance. Dpat merangsang pertumbuhan flora normal vagina dan mengembalikan ekosistem vagina normal.


Lactic acid, membantu menjaga pH asam. Lactic acid biasa dikenal dengan istilah asam laktat. Berfungsi menjaga kadar keasaman dan meningkatkan kelembapan pada kulit. Lactic acid pada pembersih kewanitaan biasanya diekstrak dari susu.


Menurut artikel pada MDPI journals, pembersih kewanitaan yang mengandung 2% asam laktat memiliki korelasi positif dengan kesehatan vulvovaginal. Ini karena asam laktat membantu menjaga pH asam area vulvovaginal untuk meningkatkan homeostasis kulit dan mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya.


3. Pilih Pembersih dengan pH Sesuai Organ Kewanitaan

Power of Hydrogen atau pH merupakan derajat yang biasa digunakan untuk menyatakan tingkat keasamaan atau kebasaan suatu larutan. Makin rendah pH-nya, berarti larutan atau cairan tersebut makin asam. Sebaliknya, sabun kewanitaan dengan pH balance yang makin tinggi memiliki kondisi yang makin basa.


Vagina yang sehat memiliki pH asam 3,5–4,5 yang dipertahankan oleh mikrobiota vagina yang dikenal dengan sebutan Lactobacillus sp. Terdapat lebih dari 20 spesies Lactobacillus yang sudah teridentifikasi. Namun, hanya sekitar enam spesies yang sangat bermanfaat untuk mempertahankan ekosistem vagina yang sehat.


Jika pH vagina meningkat, bakteri baik yang melindungi vagina bisa mati. Sebaliknya, bakteri yang berpotensi buruk bisa berkembang biak dengan cepat. Hal ini bisa menyebabkan jamur, iritasi, gatal, dan keputihan.


Pada pH 3,5–4,5, saprofit yang bersifat patogen tidak dapat berkembang biak. Sementara itu, flora normal bisa tumbuh dengan ideal pada tingkat keasaman ini. Mikrobiota vagina (flora normal) kemudian memfermentasi gula menjadi asam laktat untuk menjaga lingkungan vagina tetap asam. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya bakterial vaginosis hingga infeksi akibat patogen lainnya.


Oleh karena itu, jika ingin menggunakan produk pembersih kewanitaan, sebaiknya memilih sabun dengan pH yang sesuai dengan pH organ intim. Kalau pembersih yang digunakan memiliki pH tinggi, justru malah bisa jadi gatal dan mengalami masalah.


4. Hindari Produk Beraroma Kuat

Hampir semua pembersih identik dengan aroma yang wangi. Namun, saat memilih pembersih kewanitaan, justru lebih baik menghindari produk dengan wangi yang kuat. Karena, aroma yang tajam biasanya dihasilkan dari zat kimia yang keras. Bisa jadi justru menyebabkan iritasi.


Produk yang beraroma umumnya mengandung fragrance, yaitu campuran berbagai bahan aromatik dengan wangi tertentu. Sejumlah senyawa aromatik ini berpotensi menyebabkan iritasi dan reaksi alergi pada kulit.


Jadi, aku lebih memilih produk yang mengeluarkan aroma serupa bahan-bahan alaminya, seperti sirih. Aroma alami semacam ini justru tidak membahayakan.


5. Hindari Produk dengan Kandungan SLS

SLS atau sodium lauryl sulfate merupakan bahan yang umum ditemukan pada sabun, body wash, face cleanser, ataupun sampo. Dan aku selalu menghindari produk apapun dengan bahan ini.


Bahan ini adalah sejenis detergen yang berfungsi memecah minyak dan lemak pada permukaan kulit untuk membersihkannya. SLS juga yang membuat sabun menjadi berbusa saat digosokkan ke tubuh.


Nah, bahan kimia ini memiliki sifat yang cukup kuat. Jika terlalu kerap dipakai, SLS bisa menyebabkan alergi, apalagi bagi pemilik kulit sensitif seperti aku. SLS juga memiliki potensi untuk mengiritasi dan merusak barrier alami kulit. Kandungan yang mengiritasi seperti SLS sebaiknya tidak digunakan untuk pembersih organ intim kewanitaan.


Betadine Feminine Wash, Produk Pembersih Kewanitaan Andalanku

Ternyata, memilih pembersih kewanitaan juga sama seperti memilih jodoh ya. Perlu banyak hal yang dipertimbangkan sebelum dipakai diaset berharga kita.


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penggunaan pembersih khusus area kewanitaan sah-sah saja dalam beberapa kondisi. Kita bisa lakukan hanya sesekali, dan gunakan hanya di area luar vagina. Hindari penggunaan hingga memasukkan sabun daun sirih ke dalam vagina supaya keseimbangan pH tidak terganggu.


Gunakan secara bijak dan jika diperlukan. Kalau aku pribadi, memilih menggunakan produk-produk pembersih kewanitaan tersebut saat ada masalah di area kewanitaan. Apalagi setelah menemukan rangkaian dari produk Betadine Feminine Wash, aku merasa lebih aman jika mempunyai masalah di area kewanitaan.


Mereka mempunyai produk-produk yang aman digunakan karena memperhatikan komposisi bahannya yang menjaga kebersihan, kesegaran dan juga kelembutan. Pentingnya lagi, mengandung prebiotik yang mendukung flora normal untuk menjaga kesehatan vagina.


Penasaran dengan produk-produknya? Kalian bisa kunjungi https://betadine.co.id/ untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan langsung pilih sesuai kebutuhan dan kondisi yang diperlukan.


Jujur saja, pilihan pertamaku untuk menjaga kebersihan area kewanitaanku, langsung jatuh pada produk Betadine Feminine Wash ini. Saat itu, ada sebuah seminar dalam rangka menyambut Menstrual Hygiene Day, dan produk Betadine inilah yang memberikan dukungan penuh dalam acara.


Kepeduliaannya tersebut, membuatku terkesan. Mungkin banyak produk pembersih wanita, tapi jika hanya sebuah produk saja, tentu kurang mengena. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga teruji klinis. Mengandung prebiotik, pH balanced, dan tentunya sudah halal. Terbukti juga, sudah cocok untukku.


Produk Betadine Feminine Wash ini memang bisa digunakan sehai-hari. Namun kalau aku pribadi, hanya digunakan saat-saat merasa ada masalah saja pada area kewanitaan.


Nah, jika area kewanitaan sedang dalam kondisi normal, aku cuma perlu menjaga kebersihannya, seperti yang juga disarankan oleh dokter spesialis kulit dan kelaminku saat itu, dengan:


  • Membasuh organ intim menggunakan air hangat.
  • Menghindari pemakaian sabun mandi biasa atau sabun lain yang mengandung bahan kimia.
  • Setelah buang air kecil atau buang air besar, bersihkan dengan arah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya.
  • Jangan terlalu sering penggunakan panty liner.
  • Sering ganti celana dalam saat banyak berkeringat atau lembap.
  • Selalu bersihkan organ kewanitaan setiap kali habis kencing maupun setelah berhubungan intim.


Kesimpulan, Perawatan Organ Intim Wanita

Vagina ternyata pada dasarnya memiliki mekanise pembersihan diri melalui cairan yang diproduksinya setiap hari. Karena itu, selama cairan vagina tidak berbau menyengat dan menimbulkan rasa gatal atau nyeri, kita tidak perlu khawatir.


Nah, pada beberapa kondisi yang mana tingkat kelembapan vagina lebih tinggi, kita diperbolehkan untuk menggunakan sabun pembersih khusus tersebut jika memang diperlukan. Tapi yang harus diingat, gunakan secara bijak dengan tidak menggunakannya setiap hari dan gunakan hanya di bagian luar vagina (vulva atau labia saja).

18 komentar:

  1. Rupanya olahraga juga bisa membahayakan kondisi bagian kewanitaan ya. Hmm, belum lagi pilihan pakaian dalam yang perlu diperhatikan bahannya biar tetap nyaman sepanjang digunakan. Eh, rupanya maksimal penggunaan cairan pembersih bagian kewanitaan itu cukup 2x sehari saja ya. Terima kasih banyak atas pengetahuan barunya buat saya.

    Betadine Feminine Hygiene ini jadi salah satu brand yang saya tahu, memang jadi pilihan banyak kaum perempuan untuk merawat kebersihan dan kesehatan dirinya.

    BalasHapus
  2. Makanan yang dikonsumsi juga bisa pengaruh juga nggak sih kak ke kesehatan vagina ini, pun dengan misal obat-obatan yg d konsumsi. Memang menjaga kesehatan vagina ini perlu hati2 krn sebetulnya sudah punya bakteri baik, tp penggunaan pembersih spt Betadine Feminine Wash jg bisa diperlukan apalagi kalau sedang terasa ada masalah. Ditambah juga rutin menjaga kebersihan dan cara membersihkan area dengan benar.

    BalasHapus
  3. Baru tahu kalau menopause menyebabkan iritasi pada organ intim wanita, berarti usia senja juga harus lebih intens menjaga kesehatan vagina, ya.
    Betadine mengerti kebutuhan para perempuan untuk membantu menjaga kesehatan organ intim perempuan

    BalasHapus
  4. Aku juga pakai Betadine Feminie Wash ini mba, tetapi ideal nya sabun perawatan Miss V ini hanya untuk wanita yang tidak ada permasalahan pada organ miss V nya. Kalau yang sudah kena infeksi jamur sebaiknya bersikan pakai air bersih mengalir saja

    BalasHapus
  5. Masalah organ intim sebenarnya malu ya kalau dibahas khusus. Tapi kalau pas ada baca artikel seperti ini kita jadi gak merasa malu lagi ya.
    Masalah perawatan masalah organ intim emang harus dengan produk yang sudah terpercaya uji kualitas seperti produk Betadine ini

    BalasHapus
  6. Jadi lebih tenang kalau ada produk khusus yang recommended seperti Betadine Feminine Wash. begini. Organ khusus memang harus dirawat secara khusus pula :)

    BalasHapus
  7. Olahraga pun juga harus memilih yang tepat ya agar organ intim tetap terjaga. Serta bila diperlukan memang sedia juga sabun kewanitaan ini agar senantiasa terawat dengan baik

    BalasHapus
  8. bener banget ini, kalau ibuku selalu sarankan untuk minum jamu gituu dan minum jamu juga sih aku cuman yaa harus didorong juga yah sama perawatan kayak betadine gini biar makin bersih dan terhindar dari jamur

    BalasHapus
  9. Perawatan yang terbaik untuk area paling sensitif menggunakan produk terbaik Betadine Feminine Wash yang khusus diformulasikan untuk kesehatan. Kalau gatal memang mengganggu sekali yaah.. Super duper gak nyaman.

    BalasHapus
  10. wah terima kasih kak referensinya. mau cobain Betadine Feminine Wash

    BalasHapus
  11. Penting banget emang menjaga bagian tubuh yang sensitif ini, apalagi termasuk aset seumur hidup juga. Saya kalau sudah mulai agak keputihan, pasti gunakan betadine biar tidak ada gatal karena berjamur dan lain-lain

    BalasHapus
  12. Jadi ingat waktu masih lajang pernah beberapa kali mengalami vagina gatal yang penyebabnya itu mungkin karena inveksi jamur kali. Jadi biar terhindar dari masalah organ intim seperti itu emang harus2 benar dijaga kebersihannya. Untung ada produk seperti Betadine Feminine Wash yang bisa membantu kita menjaga kebersihan miss V dengan baik

    BalasHapus
  13. gara-gara sempet dapet info jangan mencuci area kewanitaan pakai sabun aku jadi bingung mau pake pembersih apa, dan betadine feminine wash ini recommended ya mba buat menjaga dan merawat area kewanitaan

    BalasHapus
  14. Tentunya jika ingin mencuci vagina harus pakai sabun pencuci yang tepat ya. Memang pastinya ada saja merasakan gatal di bagian organ intim ini. Saya belum cobain produk perawatan tetapi ini bisa jadi referensi deh.

    BalasHapus
  15. Penting banget jaga kebersihan organ intim wanita. Jangan sampai nanti terlambat trus jadi dapat penyakit. Naudzubillah

    BalasHapus
  16. Organ kewanitaan memang harus dirawat dengan sangat baik, ya. Biar kita sehat, nyaman, dan bahagia.

    Kalau perlu pakai produk perawatan salah satunya dari Betadine.

    BalasHapus
  17. Penting banget ya merawat vagina biar tidak terjadi gatal-gatal karena berbagai hal. Seperti iritasi. Bahkan penggunaan celana dalam pun harus diperhatikan.

    BalasHapus
  18. Nah penting banget nih untuk menjaga organ kewanitaan. Soalnya kalau ga sehat, jadi risih juga ya huhuhu. Harus pilih pembersih organ intim wanita yang paling pas!

    BalasHapus

Terima kasih sudah membacanya sampai selesai, semoga bermanfaat :) Please jangan tinggalkan link hidup dalam kolom komentar!

comment

Diberdayakan oleh Blogger.