Menjaga Hubungan Jarak Jauh Dengan Pasangan

Jangan rindu, berat, kamu tidak akan kuat. Biar aku saja! Waaaah Dilan memang juara sih, hehe.. Mungkin begitu kurang lebih gambarannya saat harus berpisah jarak dengan pasangan. Tidak mudah, dan iya, BERAT! 😉 Nah, kalau kalian salah satu pejuang jauh di mata namun dekat di hati, menjaga hubungan jarak jauh dengan pasangan itu perlu di'pupuk' lho!


Berpisah dengan pasangan hanya satu minggu atau satu bulan, mungkin belum terasa berat ya. Bagaimana kalau harus menunggu satu tahun sekali untuk bertemu pasangan? Hihi.. Sudah pasti rasa rindu, khawatir, dan cemas bercampur jadi satu, saat suami sedang tidak di rumah. Apalagi jika sudah ada anak, bisa jadi ketakutan tersendiri.

Long Distance Relationship
Menjaga Hubungan Jarak Jauh Dengan Pasangan (design by catatanatiqoh via Canva)

Tapi bagi saya, harus berhubungan jarak jauh dalam beberapa waktu dengan suami, menjadikan saya lebih mandiri. Rasa takut pasti ada, tapi selama semuanya bisa dijaga dengan baik, sepertinya tidak masalah.


Mana suaranya para pejuang jarak jauh dengan pasangan? Hihi.. Yuk, belajar bersama menjaga hubungan jarak jauh dengan pasangan, baca terus sampai akhir ya!


Hubungan Jarak Jauh Dengan Pasangan

Hubungan atau pernikahan yang masuk dalam long distance adalah mereka para pasangan yang harus tinggal terpisah dalam jangka waktu panjang, minimal satu minggu. Keadaan ini sebagian besar karena faktor pekerjaan atau pendidikan yang masih harus dijalankan. 


Nah ternyata, meski terlihat sulit, namun dari tahun ke tahun pernikahan jarak jauh semakin menjadi tren. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di The Wall Street Journal, tren long distance marriage meningkat 44% selama tahun 2000-an.


Meski terlihat sulit, tapi tantangan yang dihadapi bisa berkurang kalau kita mengetahui apa saja yang perlu diusahakan untuk menjaga hubungan tersebut. Nyatanya, banyak pasangan yang berhasil menjalani long distance dengan tetap romantis 😊


Bahkan berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Communication, ditemukan jika orang-orang yang sering hidup dalam hubungan jarak jauh, kebanyakan memiliki ikatan yang lebih kuat. Serta komunikasi yang lebih intens dan mendalam.


Oleh karena itu, banyak hal yang memang perlu diusahakan untuk menjaga hubungan jarak jauh dengan pasangan.


Jauh di Mata, Dekat di Hati

Sebenarnya, bagi saya yang juga pejuang long distance dengan suami, hubungan dekat atau jarak jauh hampir sama saja. Sudah pasti akan ada konflik yang menyertai. Intinya ada pada baik atau buruknya dalam berkomunikasi dan menjaga komitmen.


Saya dan pasangan belajar banyak hal untuk terus bertahan saat jarak memisahkan. Berdasarkan banyak sumber, berikut ini beberapa hal yang penting untuk dijaga saat harus jauh di mata, dekat di hati dengan suami:


1. Jaga Komunikasi

Meski harus terpisah jarak, bukan berarti komunikasi tidak dapat dilakukan kan? Apalagi saat ini, sistem komunikasi jarak jauh sudah sangat mudah.


Jangankan hanya terpisah kota, terpisah benua pun masih bisa berkomunikasi lancar, kalau mau usaha 😊 Iya, usaha untuk tetap menjaga komunikasi memang perlu dijaga. Kenapa saya istilahkan usaha? Karena pada dasarnya semua orang bisa melakukan ini, hanya saja yang bertahan adalah yang mau berusaha.


- Komunikasi Secara Reguler

Jika mengutip dari Elite Daily, komunikasi yang sehat adalah tentang usaha. Jadi meski menjalani kehidupan yang super sibuk sehari-hari, usahakan untuk tetap menciptakan waktu saling ngobrol. 'Saling' berarti keduanya harus sama-sama berusaha.


Komunikasi secara reguler akan menciptakan hubungan yang lebih harmonis meski sedang dipisahkan jarak. Karena akan mengurangi rasa curiga dan tentu saja dapat tetap berbagi setiap harinya. Apalagi jika sudah memiliki anak, semua keputusan juga penting untuk dikomunikasikan.


- Komunikasi yang Sehat

Melakukan komunikasi juga tidak hanya sebatas menanyakan kabar saja. Lakukan komunikasi yang sehat dengan benar-benar meluangkan waktu untuk 'ngobrol' meski hanya beberapa jam saja. Meski hanya sehari sekali, namun dilakukan tanpa melakukan kesibukan lainnya. Jadi benar-benar fokus pada pembicaraan dengan pasangan.


Komunikasi yang sehat ini bisa membantu memberikan semangat lagi untuk hari-hari selanjutnya.


- Hindari Komunikasi Berlebihan

Meski komunikasi harus dijaga, namun bukan berarti harus berlebihan ya. Setiap pasangan juga harus saling memahami, jika memang belum ada waktu yang pas untuk bisa saling berkomunikasi. Jadi tetap kembali lagi sesuai kondisi dan kebutuhan.


Tapi, yang saya rasakan, komunikasi menjadi berlebihan ketika sudah ada anak, hehe.. wajar saja, anak mana yang ingin jauh dari orang tuanya kan.


2. Menjaga Komitmen dan Kepercayaan

Dalam menjaga komitmen dan kepercayaan, tidak hanya berlaku bagi para long distance saja. Semua bentuk hubungan pasti membutuhkan dua hal ini. 


Kalau saya, hanya berprinsip pada, jika tidak mau dikhianati, ya jangan mengkhianati.


Beberapa pasangan mungkin masih enggan untuk mendeklarasikan komitmen mereka bersama. Misalnya mengungkapkan jika sesuatu yang dilakukan pasangannya membuatnya curiga sampai timbul rasa cemburu, atau mengenai batasan ketika berinteraksi dengan orang lain di luar. Jika yang demikian hanya disimpan sendiri saja, maka pasangan juga tidak akan mengerti lebih dalam.


Jadi, komitmen dan kepercayaan perlu diungkapkan, setidaknya ada obrolan yang terus menyinggung hal tersebut. Sehingga akan lebih terbuka untuk mengatasi segala masalah.


Satu hal lagi, hormati pasangan dengan tidak mengumbar masalah kehidupan pribadi rumah tangga pada pihak yang tidak berkepentingan.


3. Tetap Melibatkan Pasangan

Meski jauh, tetap libatkan pasangan dalam hal apapun. Terutama dalam masalah mengambil keputusan. Meski hal sederhana seperti ada barang rusak di rumah dan harus diperbaiki. Apalagi jika itu menyangkut masalah anak. Tentu saja akan banyak kendala, terutama waktu komunikasi.


Namun paling tidak, ada komunikasi dan permintaan pendapat. Jadi, tidak seolah benar-benar hidup sendiri tanpa partner berbagi. Hal ini yang menjadi 'poin' dalam melibatkan pasangan.


Melibatkan pasangan dalam setiap hal meski terpisah jarak, juga akan membuat pasangan lebih merasa dihargai.


4. Tetap Saling Perhatian

Perhatian tentu saja wajib diberikan oleh pasangan, jika tidak, apa mau pasangan emndapatkan perhatian dari yang lain? Tentu tidak kan. Jadi meski jarak memisahkan, perhatian-perhatian kecil juga harus terus diberikan.


Perhatian yang terus di'pupuk' meski terpisah jarak, akan membuat pasangan merasa selalu dekat.


Kekuatan Doa

Nah, hal paling berat dalam menjalani hubungan jarak jauh adalah kekhawatiran akan kondisi yang tidak terlihat. Sebaik apapun setiap pasangan mengusahakan, godaan pasti ada saja ya. Jadi, selain hal-hal di atas yang perlu diusahakan bersama pasangan, doa jadi kekuatan super untuk saling menjaga juga.


Saat jauh dengan suami, saya selalu menjadi lebih panjang dalam berdoa. Ya, tentunya meski sedang jauh atau dekat, doa harus selalu dipanjatkan dengan sempurna ya 😉


Quality Time Saat Bertemu


Apa yang bisa membayar tuntas rindu? Tentu saja bertemu!


Jadi, maksimalkan waktu dengan pasangan saat sudah ada waktu bersama. Ada satu keuntungan yang bisa saya peroleh dari long distance adalah, adanya waktu yang berkualitas untuk mengembangkan diri saat jauh dengan suami. Dan waktu berkualitas juga bersama suami saat sudah kembali.


Nikmati setiap prosesnya untuk bisa terus berkembang menjadikan pribadi yang baik untuk pasangan. Menjaga hubungan jarak jauh dengan pasangan akan mudah dilakukan jika ada usaha dan ke'mau'an.


Selamat menjaga rindu, hingga saatnya bertemu!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.