Privilege Menjadi Good Looking, Semua Urusan Hidup Lancar?

Privilege Menjadi Good Looking, Semua Urusan Hidup Lancar? Beberapa hari lalu, sedang ramai diberitakan penangkapan penyanyi papan atas Indonesia yang menggunakan narkotika.


Namun, masyarakat alih-alih menghujat, justru ramai memberikan dukungan yang positif. Salahnya apa? Tentu tidak ada! Hanya kemudian, beredar salah satu video yang membahas soal ini dan menjadi trending.

privilege menjadi good looking


Kasus Ardhito Pramono, Lebih 'Diterima' Karena Good Looking?

Video yang dibuat oleh Deddy Corbuzier yang ikut menanggapi soal kasus Ardhito Pramono menjadi sebuah pemikiran yang lebih terbuka. Dia menyoroti cara netizen berkomentar mengenai kasus narkoba yang belakangan ini menggeret sejumlah artis dengan paras yang menawan alias good looking.


Melalui kanal Youtubenya, Deddy mengunggah sebuah video sindiran untuk para netizen dengan judul ‘Privilege Menjadi Good Looking’ pada Kamis (13/1/2022). Video tersebut lantas menjadi trending di Youtube. 


Deddy mengutarakan pendapatnya mengenai komentar positif yang mendukung dari para netizen untuk beberapa artis tampan yang telah terjerat kasus narkoba seperti Ardhito Pramono, Jefri Nichol, dan Rizky Nazar.


Dia mengatakan “Ardhito Pramono tertangkap narkoba, dan kebetulan dia itu good looking. Sama kayak yang kemarin-kemarin Jefri Nichol, Rizky Nazar, good looking. Dan komen-komen netizen semuanya good! Semangat, come back stronger, ini hanya cobaan. Hmmm good looking”.


Kemudian Deddy menambahkan, jika memiliki wajah yang tidak good looking, apakah netizen akan berkomentar serupa? Hmm.. bahkan tidak sedikit pula netizen justru menuduh mereka menggunakan narkoba.


“Coba kalau muka lu kureng. Coki kemarin ketangkep, netizen ngomong apa? Mampus! Makan tuh dark jokes! Yang gak pakai, Uus, Young Lex, gak pakai, dituduh. Kapan ketangkepnya?”


kasus ardhito pramono


Sebelumnya, Artis Young Lex juga mengunggah postingan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (13/1/2022). Postingan tersebut berisi tentang salah satu komentar netizen yang menuduh Young Lex menggunakan narkoba.


Dia mengaku kesal karena namanya sering disebut dan difitnah setiap ada kasus artis yang terjerat narkoba.


Peristiwa ini membuat Deddy berpendapat bahwa memiliki wajah yang rupawan adalah hal yang luar biasa di masyarakat Indonesia. Masyarakat akan memaklumi apa yang dilakukan oleh si good looking dan mereka memiliki kebebasan hidup.


Deddy mengutarakan pendapatnya mengenai privilege menjadi good looking di Indonesia. Sementara orang-orang dengan paras yang kurang menarik atau pas-pasan disarankan untuk tetap diam dan mengurus hidupnya dengan baik.


Di akhir video yang diunggah tersebut, Deddy menambahkan “Minimal kalau ngga good looking ya sopan”.


Video yang telah ditonton lebih dari 371 ribu kali tersebut mendapatkan komentar yang beragam dari netizen. Banyak netizen yang mendukung opini Deddy mengenai isu privilege orang-orang good looking yang terjadi di Indonesia.


Lantas, benarkah segitu besarnya pengaruh paras kita terhadap opini masyarakat?


Privilege Menjadi Good Looking, Semua Urusan Hidup Lancar?

Kalian pernah dengar gak sih istilah Beauty Privilege? Istilah ini menggambarkan betapa beruntungnya hidup seseorang yang terkesan lebih lancar dibandingkan orang lain kebanyakan. Karena memiliki rupa atau penampilan fisik yang menarik.


Atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan good looking. Benarkah demikian? Kalau pengalaman pribadi, hal ini memang bisa jadi benar adanya.


Good Looking Sebagai Beauty Standard? 

Kalau diperhatikan nih, dalam kalangan masyarakat sekarang, penampilan fisik yang menarik dan enak dipandang kerap kali diberikan keistimewaan tersendiri bagi mereka. Mereka yang dianggap memiliki beauty standard tertentu dalam masyarakat, bahkan lebih dimaklumi jika melakukan kesalahan.


“Cantik atau tampan itu relative”. Tentu saja kategori good looking memang berbeda bagi setiap kelompok dalam masyarakat. Tetapi, tanpa disadari, ada kesamaan yang disepakati dan diakui oleh masyarakat sebagai beauty standard dalam penilaian apakah seseorang itu good looking bagi mereka.


Standard kecantikan wanita biasanya identik dengan feminim, badan kurus tinggi, kulit putih, bentuk badan yang ideal dan sehat, dan sebagainya. Yups, yang memang enak dipandang.


Bukan cuma untuk perempuan, beauty standard juga berlaku bagi laki-laki lho. Standard ketampanan bagi pria biasanya, yang maskulin, badan proporsional atau berotot, berkulit putih, macho, dan lain sebagainya.


manfaat punya good looking


Dan, memang terlihat nyata jika orang-orang yang berpenampilan lebih menarik tersebut, lebih mempunyai banyak kesempatan baik dalam hidupnya. Apalagi dalam lingkungan sosial, baik dalam hal pergaulan, bahkan termasuk soal karir.


Kamu Good Looking, Dijamin Semua Urusan Hidup Lancar! 

Pernah dengar tidak celetukan orang yang selalu bilang, "Dua golongan orang yang bakal beruntung hidupnya di dunia ini, kalau tidak terlahir dari orang kaya, ya yang terlahir dari orang tampan". Hihi.. Sungguh sekejam itukah dunia? ops!


Orang-orang yang kebetulan memenuhi beauty standard tersebut, seringkali memiliki keuntungan sosial dan mendapatkan perlakuan yang lebih baik oleh orang-orang disekitarnya.


Adanya privilege menjadi good looking ini akan memperkuat ketidaksetaraan sosial dengan mengistimewakan orang-orang yang memenuhi beauty standard tersebut. Pembicaraan tentang beauty privilege sendiri sudah menjadi topik yang cukup mainstream dikalangan masyarakat, terutama bagi kaum millennial di media sosial.


Bagi orang-orang yang memiliki daya tarik atau penampilan menarik dan menawan memang intinya memiliki kehidupan yang lebih enak dan mudah diberbagai aspek.


Biasanya mereka dianggap lebih pintar, memiliki personality yang lebih bagus, lebih mampu dalam melakukan sesuatu hal, lebih mudah dalam karirnya, dan lainnya. Padahal sebetulnya, mereka tidak lebih pintar, tidak lebih mahir, ataupun tidak lebih capable dari mereka yang dianggap tidak cantik atau tampan.


Hanya saja, bagi mereka yang dianggap good looking tersebut cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Nah, hal tersebut yang akhirnya membuat mereka terlihat lebih hebat dan kompeten.


Selain itu, karena mereka cenderung mendapatkan pengalaman-pengalaman hidup yang lebih baik dengan adanya privilege yang diterima, juga mempengaruhi perkembangan diri mereka dan aspek lain dalam kehidupannya.


Apakah Good Looking Dapat Berdampak Buruk? 

Namun ternyata,  privilege menjadi good looking ini juga tidak serta merta membuat semua urusan lancar. Mereka-merka yan dianggap memiliki good looking, tidak jarang mendapatkan dampak buruk karenanya.


Bagi mereka yang dianggap atraktif seringkali akan mendapat pressure dari ekspektasi berlebihan yang diberikan oleh orang-orang dilingkungannya. Beauty privilege juga tanpa disadari perlahan mempengaruhi pandangan orang-orang dimana penampilan fisik merupakan hal paling utama dalam diri seseorang.


Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga orang-orang akan terus membandingkan penampilan mereka dan terpaku pada beauty standard yang ada. Sehingga membuat mereka terobsesi dengan penampilan fisik, kemudian tanpa disadari, justru abai dengan hal-hal lain dalam diri mereka.


Hal ini bisa jadi akan menyebabkan penurunan self-esteem pada diri mereka. Adanya beauty privilege ini juga menimbulkan stereotype bagi perempuan, dimana kaum perempuan hanya peduli terhadap penampilan fisiknya saja. Inilah perlunya diberikan pendidikan karakter.


Tidak jarang, bagi yang dianggap good looking, terutama bagi perempuan, seringkali diremehkan akan kemampuan lainnya. Sehingga membuat mereka harus bekerja lebih keras untuk membuktikan kemampuan dan kompetensi yang benar mereka miliki.


Kesimpulan, Privilege Menjadi Good Looking

But at the end, isu ini menjadi sebuah isu sosial yang cukup kompleks. Karena memang orang-orang tidak bisa membantah berbagai usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh mereka yang good looking, sebab bukan salah mereka akan mendapatkan privilege dari penampilan fisiknya.


Namun disatu sisi juga memang nyatanya mereka yang good looking ini juga banyak mendapatkan benefit dari privilege yang mereka miliki. Namun pastinya, bagi kalian yang mungkin merasa tidak memiliki beauty privilege, jangan pernah takut dan insecure.


Jika dari pandanganku pribadi, privilege menjadi good looking tidak hanya dalam artian semisal dia perempuan maka harus cantik atau pria maka harus tampan. Namun, dari penampilan yang diperlihatkan. Tampil fresh misalnya.


Cantik atau tampan itu menurut relatif, namun kalau penampilannya rapi, perilaku dan tutur katanya juga sopan, menurutku itu juga sudah termasuk dalam kategori good looking. Enak lah untuk benar-benar di'pandang'.


Jadi, bisa dikatakan good attitude juga penting, meski orang disekitar seringkali terpacu untuk selalu jadi good looking (dalam artian ingin menjadi cantik atau tampan sesuai standard yang entah tercipta dari mana dan menurutku menjadi hal yang lucu).


Privilege menjadi good looking, memang terkadang membuat hampir semua urusan hidup lebih lancar. Namun, dengan menunjukan skill terbaik yang dimiliki, juga dapat meningkatkan percaya diri. Karena perlu diingat juga bahwa penampilan bukanlah segalanya.

17 komentar:

  1. Good looking saja tidak cukup ya. Harus disertai dengan akhlak yang bisa diteladani. Kasus publik figur kena tangkap meski cakep tidak bisa mengubah keadaan. Kalau istilah dalam pemilihan putri putrian itu, inner beauty juga harus dimiliki kita. Cmiiw

    BalasHapus
  2. Setuju sih ama omongan om Ded. Kalo good looking itu minimal bisa menyelesaikan setengah masalah hidup kalian. Hahaha..

    Dgn good looking, smua urusan rezeki bs lbh lancar. Namun imbasnya bs aja tertekan hidup.

    Bisa aja artis yg good looking dan terbukti mengonsumsi barang terlarang itu sdg tertekan hidupnya. Atau malah coba2 biar terkesan keren. Entahlah.

    Tp ya ibarat pohon..semakin tinggi pohon, badainya akan semakin kencang. Kalo ga kuat akar2nya meski berbuah lebat, ya akan tumbang juga.

    BalasHapus
  3. Heyaaaa, ini juga sempat ku tonton videonya mas dedi di instagram, memang ya ada-ada saja netizen Indonesia ini, haha.

    Setuju sih, kalau good attitude, skill, juga penting selain good looking.

    BalasHapus
  4. Pengaruh lingkungan juga sih, banyak orang yang memberi perhatian pada orang good looking. Jadi sepertinya hidup mereka lebih mudah

    BalasHapus
  5. tentu saja, good looking dan good attitude di Indonesia menjadi hal yang penting dan bisa jadi penolong heheheh. Sudah terbukti dibeberapa kasus artis di Indonesia. Tapi yaaa ituuuu. akhirnya jadi konotasinya buruk

    BalasHapus
  6. Memang sih harus diakui dikaruniai wajah yang cantik dan tampan itu kadang lebih menguntungkan baik dari segi peluang pekerja dan banyak hal lainnya. Tapi bukan berarti mereka yang punya good looking Ini nggak ada beban dong ya. Kadang mereka juga dituntut untuk memenuhi ekpektasi orang terkait kemampuan dirinya

    BalasHapus
  7. Terlalu lemah sih ya kalau hanya melihat apa-apa itu dari tampang aja, padahal paras tak selamanya menawan

    BalasHapus
  8. Hehehe iya sih, biasanya orang ganteng dimaafkan wkwk. Gitu banget yah. Tapi jujurly, aku lebih kaget pas tau Ardhito udah punya istri.

    BalasHapus
  9. Ohh gitu baiikkk..mulai sekarang gimana nih biar keliatan good looking..netizen2.

    BalasHapus
  10. Hehe
    Rame ya soal previlege tentang good looking ini
    Bahkan sampai ada yg melesetin "keadilan sosial bagi yg good looking" hehe

    BalasHapus
  11. tapi emang ga bisa dipungkiri yaa, good looking bisa jadi strength tersendiri bagi orang, yang akhirnya dapet privilege2 bagus di tengah komunitas/masyarakat. klo aku sendiri, karena di tengah masyarakat emang ada penilaian2 semacam itu, membuat diri sendiri punya penampilan yg rapi bersih itu jadi kebutuhan, untuk mengapresiasi diri juga

    BalasHapus
  12. Ada positif dan negatifnya kalau memiliki paras rupawan, tp sepertinya dibandingkan dgn negatifnya, memang lebih banyak keuntungan yg dirapatkan jika memiliki paras yg good looking. So, yeahh...good looking privilege memang benar adanya.

    BalasHapus
  13. kultur di negara ini ya gini, heran amat kadang yaa kalo di mall-mall, even sekelas waiter or mba2 dan mas2 yang jaga toko tuh kok yaa suka underestimate yang yg gak goodlooking gitu loh...

    BalasHapus
  14. Makanya kadang saya insecure karena sering merasa enggak good looking. Jadi berusahan "good looking" pada pekerjaam saja haha

    BalasHapus
  15. Setuju banget.
    Kesimpulannya memang kembali lagi pada diri sendiri yang melihat standart dalam menilai lingkungan sekitar. Kalau good looking plus good attitude kan lebih klop yaah..
    Penting banget mengajarkan nilai-nilai kebaikan pada anak.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membacanya sampai selesai, semoga bermanfaat :) Please jangan tinggalkan link hidup dalam kolom komentar!

comment

Diberdayakan oleh Blogger.