Staycation di Masa Pandemi, Amankah?

Traveling memang tidak melulu soal jalan-jalan ke tempat wisata. Kalau bagi saya, staycation juga bisa jadi pilihan traveling, yang nyatanya justru lebih simple dan lumayan ampuh untuk melepas penat. Apalagi jika pilihan hotelnya masih dalam satu kota. Tapi, untuk jadi pilihan traveling, staycation di masa pandemi, amankah?


Staycation, Risiko Terkena Virus Corona

Rencana traveling di 2020 sudah terjawab gagal total. Semua orang berharap jika 2021 ini akan lebih aman untuk traveling. Meski nyatanya, di awal tahun ini, angka positif COVID justru semakin meningkat tajam. Salah satunya adalah terjadi dari cluster liburan di tempat wisata pada akhir dan awal tahun.


Sebagai gantinya, orang-orang yang ingin tetap traveling, akhirnya memilih untuk staycation. Apalagi ditambah banyaknya promo dari hotel berbintang. Siapa yang tidak tergiur? Aku sih tergiur, haha..


Nah, tapi ternyata, meski hanya traveling dalam bentuk staycation, atau hanya stay di hotel saja, kegiatan ini juga masih berisiko tinggi menularkan virus corona lho. Mengapa demikian?


Menurut seorang pakar penilaian risiko mikroba yang merupakan seorang profesor, beliau mengungkapkan jika ada dua faktor yang mungkin menjadi sumber penularan virus ini selama staycation, yaitu:


1. Saat berada di hotel, sudah pasti kita akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai kota. Bahkan bisa jadi dari daerah yang kasus covid nya tinggi.


2. Para housekeeping yang membersihkan kamar, tentu saja sudah keluar masuk membersihkan kamar lebih dari lima kamar yang berbeda. Kita tidak pernah tahu, virus apa yang bisa menempel pada anggota room service tersebut saat membersihkan kamar yang lainnya.


Dari kedua alasan tersebut memang sangat masuk akal dan memang berisiko ya. Apalagi jika ditambah dengan kita tidak tahu kamar yang kita tempati, bekas orang yang terinfeksi atau tidak. Jadi, apa yang harus dilakukan kalau kita rasa sudah sangat membutuhkan refreshing sejenak dengan staycation? 😉

Staycation
Staycation di Masa Pandemi (Design by catatanatiqoh via Canva)

Lakukan Ini Untuk Cegah Penularan Virus Corona Saat Staycation

Nah, kalau kalian tetap ingin melakukan staycation, demi menyelamatkan ke'waras'an diri, hehe.. Beberapa hal ini saya dapatkan dari banyak sumber, untuk bisa diperhatikan saat akan melakukan staycation.


1. Pastikan Kondisi Fisik Sehat

Pastikan saat akan bepergian kemana pun, kondisi fisik kita sedang sehat, tidak ada keluhan sekecil apapun. Jadi, jangan nekat kalau sudah merasa tidak enak badan, sebaiknya tidak melakukan kegiatan di tempat umum.


Selain itu, juga perhatikan riwayat kegiatan atau perjalanan yang usai kita lakukan. Misalnya, jika habis bepergian jauh atau ke tempat dengan angka covid tinggi, sebaiknya tunda dulu untuk melakukan staycation.


Hal ini dilakukan untuk saling menjaga. Tidak hanya diri kita sendiri yang dijaga, tapi juga orang lain.


2. Selalu Jaga Kebersihan Diri

Selama stay di hotel, usahakan untuk tetap memakai masker, dan jangan lupa untuk rajin juga cek suhu tubuh. Selain itu, terapkan protokol kesehatan dengan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.


Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh area wajah, sebelum makan dan setelah dari toilet. Jika masih belum paham mengenai langkah cuci tangan, bisa cari tahu di CUCI TANGAN PAKAI SABUN MAMPU BUNUH VIRUS CORONA.


Selanjutnya, bawa hand sanitizer pribadi saat akan keluar dari kamar, hal ini bisa jadi penolong kita sementara pas belum bisa cuci tangan pakai air.


Jangan lupa juga, bawa disinfektan pribadi untuk meyakinkan jika kamar sudah benar-benar bersih. Meski pihak hotel sudah membersihkan secara berkala, namun mungkin saja ada bagian yang terlewat. 


Jadi, sebelum memasuki kamar, semprot dulu seisi ruangan dan tunggu beberapa menit sebelum ditempati. Selain itu, kita juga bisa menyemprotkan permukaan-permukaan yang akan kita sentuh. Beberapa yang menjadi prioritas seperti gagang pintu dan jendela, keran air, dan semprotan toilet.


Ketika ingin menikmati makanan di luar, baiknya untuk memesan makanan secara takeaway. Dan menikmatinya tetap dalam kamar hotel saja. Hindari juga untuk menikmati jamuan makan di hotel secara buffet.


3. Pilih Hotel yang Menerapkan Protokol Kesehatan

Ini juga penting, memastikan hotel yang dituju sudah menerapkan protokol kesehatan atau belum. Hotel berbintang sudah pasti akan menerapkan protokol kesehatan dengan baik, seperti mewajibkan seluruh tamu menggunakan masker saat sedang berada di area publik (lobby).


Serta larangan melakukan acara yang mengundang banyak orang untuk berkumpul dalam satu ruangan tanpa jaga jarak. Hal ini jika sudah diterapkan dan diperhatikan oleh pihak hotel, maka akan lebih aman untuk kita staycation di hotel tersebut.


4. Minta Kamar yang Sudah Kosong Beberapa Hari

Jika memungkinkan, mintalah kamar yang belum ditempati oleh orang lain sebelumnya. Paling tidak 3 hari sebelumnya sudah kosong. Hal ini sebagai upaya dalam menurunkan risiko penularan virus corona.


Atau, lebih aman lagi jika kita memilih hotel yang sepi pengunjungnya, hehe.. Meski kemungkinan hotel tersebut biasanya kurang nyaman karena kurang diminati.


Pilihan lainnya yang aman untuk staycation adalah staycation di villa. Ini jika memungkinkan, atau di hotel dengan konsep bungalow, yang bangunan penginapannya terpisah jauh dengan yang lain.


5. Hindari Beraktivitas di Fasilitas Umum

Semakin minim kita bertemu dengan pengunjung hotel, maka akan semakin rendah risiko tertular virus corona. Jadi, hindari dulu untuk beraktivitas di fasilitas bersama hotel. Seperti kolam renang, tempat olahraga, atau restoran. Meski pihak hotel sudah menerapkan protokol kesehatan.


6. Perhatikan Ventilasi Ruangan Kamar

Kalau memungkinkan, hindari sirkulasi udara dari pendingin ruangan, tapi itu sangatlah tidak mungkin, hehe.. karena AC hotel memang is the best sejuknya, haha..


Jadi, bisa diatasi dengan memilih kamar yang dapat dibuka jendelanya. Tapi biasanya kamar tersebut tipe smoking room. Hmm, jika tidak kuat dengan bau bekas rokok, maka lebih baik jangan.


Jika saya sarankan, untuk pencegahan masalah ventilasi ruangan ini sebaiknya dengan menyemprotkan disinfektan secara rutin.


Nah, dari enam saran di atas, bisa kita lakukan kalau memang sudah membutuhkan staycation di masa pandemi ini. Tetap jaga diri dan orang di sekitar kita dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar.


Meski demikian, memang tempat paling aman adalah di rumah masing-masing saja, dengan banyak drama yang bermunculan setiap harinya, hehe..

4 komentar:

  1. Desember kemarin Krn suami kerja di luar kota aku dan anak2 ikut mba. Naik mobil ke Jogja, solo dan Semarang nya. Krn aku blm berani naik transportasi umum. Dan di hotel, kami sengaja pilih yg bener2 melakukan protocol kesehatan ketat. Memang sih, biasanya ini yg berbintang tinggi, trutama yg chained hotel Ama jaringan internasional. Kebetulan 3 hotel yg kami tempati semuanya patuh Ama protocol.

    Even kamar yg disediakan, tiap hari itu di disinfektan, dan kamar disegel kalo sudah di sterilkan. Jd kalo segelnya rusak, berarti bisa minta ulang utk sterilin. Kmrn Hyatt Jogja begitu, Alila solo juga. Jd tenang stay di sana :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah Alhamdulillah ya, ternyata beberapa hotel yg memang bagus sdh ketat menerapkan prokesnya, demi kebaikan semua ya :)

      Hapus
  2. memang betul kita harus pilih yang aman dan menjalankan protokol kesehatan ya, ada yang bila ng pakai tapi kenyataannya gak

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah betul, yg dikhawatirkan dmeikian ya mbak, jd kudu hati-hati bgt nih pilihnya hihi

      Hapus

Terima kasih sudah membacanya sampai selesai, semoga bermanfaat :)

Diberdayakan oleh Blogger.